| dc.description.abstract | Penurunan kontribusi sektor pertanian terhadap FDB menyebabkan pergeseran kesempatan kerja dari sektor pertanian ke sektor non pertanian.
Salah satu sektor non pertanian yang mampu menyerap tenaga kerja yang cukup banyak adalah sektor industri yaitu sekitar 20 persen. Pada sektor industri, 86 persen dari tenaga kerja diserap oleh industri kecil dan rumah tangga, dan sekitar 14 persen oleh industri besar dan sedang. Dengan semakin meningkatnya angkatan kerja maka pengembangan industri kecil dan rumah tangga meru- pakan alternatif bagi perluasan kesempatan kerja.
Dalam pengembangan suatu industri terdapat perbedaan kepentingan antara pengusaha atau perusahaan dengan pemerintah. Bagi pengusaha atau perusahaan, pengembangan suatu industri ditujukan untuk memperoleh keuntungan yang besar dan pangsa pasar yang tinggi. Sedangkan bagi pemerintah pengembangan industri ditujukan untuk memperluas kesempatan kerja. Namun pengembangan suatu industri juga harus disesuaikan dengan kondisi dari
masing-masing jenis industri yang akan dikembangkan.
Di kabupaten Bandung, industri kecil dan rumah tangga tidak lagi menjadi mata pencaharian sampingan
tetapi sudah merupakan mata pencaharian utama. Sebagian besar pengusaha sampel menggunakan modal pinjaman untuk membiayai proses produksinya dengan pedagang bahan baku/tengkulak sebagai sumber modal utama.
Industri sandang dan kulit sangat berpotensi untuk dikembangkan, karena mampu menyerap jumlah tenaga kerja yang paling banyak, serta tingkat keuntungan dan nilai tambah yang cukup besar... | id |