Show simple item record

dc.contributor.advisorKoswara, Jajah
dc.contributor.authorPurwoko, Bambang Sapta
dc.date.accessioned2024-03-06T04:55:17Z
dc.date.available2024-03-06T04:55:17Z
dc.date.issued1983
dc.identifier.urihttp://repository.ipb.ac.id/handle/123456789/141080
dc.description.abstractPematahan batang di bawah tongkol utama menyebabkan penurunan yang nyata pada hasil pipilan kering per hektar, sedangkan pematahan batang di atas tongkol utama tidak menurunkan hasil secara nyata. Penurunan hasil karena pematahan di atas tongkol utama pada Hibrida 18x15 sebesar 4.6 persen, pada Ef sebesar 15.2 persen, dan Arjuna sebesar 12.8 persen, sedangkan patah batang di bawah tongkol utama menyebabkan penurunan hasil pada Hibrida 18x15 sebesar 15.3 persen, pada Ho sebesar 17.4 persen dan pada Arjuna sebesar 21.5 persen. Penurunan hasil karena patah batang di atas tongkol utama pada Hibrida 18x15 relatif kecil dibanding Hg dan Arjuna, sehingga untuk mencegah kerebahan yang lebih besar akibat angin kencang dan hujan lebat pada Hibrida 18x15 dapat dilakukan pematahan batang di atas tongkol utama.id
dc.language.isoidid
dc.publisherIPB Universityid
dc.subject.ddcPengaruh Perbedaan Letak Patah Batang Terhadap Produksi Tiga Varietas Jagungid
dc.titlePengaruh Perbedaan Letak Patah Batang Terhadap Produksi Tiga Varietas Jagungid
dc.typeUndergraduate Thesisid


Files in this item

Thumbnail

This item appears in the following Collection(s)

Show simple item record