| dc.description.abstract | Sejak krisis ekonomi melanda Indonesia pada pertengahan 1997, industri pakan ternak mulai menghadapi permasalahan yang makin serius karena biaya produksi pakan ternak mengalami peningkatan. Akibatnya harga jual pakan juga mengalami kenaikan. Naiknya harga pakan ini ternyata memberi dampak negatif bagi perkembangan usaha peternakan karena 65-85% dari total biaya produksi ternak merupakan biaya pakan (Sutardi, 1981).
Permasalahan umum yang dihadapi peternak adalah tingginya biaya produksi akibat mahalnya harga pakan ternak, sedangkan di sisi lain harga produksi susu segar tidak mengalami peningkatan yang berarti. Maka untuk menghadapi permasalahan tersebut banyak para peternak berkumpul dan membentuk koperasi. Bergabungnya peternak dalam koperasi diharapkan dapat membantu mereka dalam mendapatkan pakan dengan harga yang terjangkau serta kualitas yang terjamin.
Koperasi Peternakan Bandung Selatan (KPBS) Pangalengan memiliki salah satu unit usaha yaitu pengolahan Makanan Ternak (PMT-KPBS) Cirebon, yang bertujuan untuk meningkatkan pelayanan kepada anggotanya melalui penetapan harga pakan yang terjangkau dan sedapat mungkin lebih rendah dari harga pasar. Namun pada kenyataannya harga pakan yang ditetapkan PMT lebih mahal dari harga pakan pesaingnya. Walaupun harga jual tersebut lebih mahal dari harga pesaing,
PMT-KPBS masih mengalami kerugian... | id |