Kajian pengembangan usahatani jarak kepyar (RicinusCommunis L.) di lahan kering (Studi kasus pada yayasan daya tani manunggal Surakarta)
Abstract
Yayasan Daya Tani Manunggal (YDTM) adalah lembaga swadaya yang menitikberatkan usahanya di bidang agribisnis dan berlokasi di Surakarta Beberapa tujuan dari yayasan ini antara lain adalah (a) Memanfaatkan sumber daya alam berupa lahan kering (kritis), (b) Memberdayakan sumber daya manusia, (c) Meningkatkan kesadaran petani untuk bangkit, bersatu dan mandiri dan (d) Mencapai ekonomi kerakyatan atau ekonomi di tangan rakyat melalui usahatani tanaman jarak.
Yayasan tersebut melakukan proyek pertamanya melalui Program Kerja Pemberdayaan Masyarakat Tahun 2001 di lahan kering/kritis di wilayah Sragen. Hal tersebut berdasarkan pada besarnya potensi lahan kering yang ada di kabupaten Sragen dan secara umum kondisi perekonomian masyarakat Sragen bagian utara tergolong rendah dan wilayah tersebut dapat dikatakan mempunyai kondisi tanah yang relatif kurang subur dan tidak cocok untuk usahatani tanaman pangan atau hortikultura, sehingga perlu diberdayakan.
Tanaman yang banyak diusahakan oleh Pemerintah atau masyarakat setempat adalah tanaman kehutanan yang tidak banyak membutuhkan unsur hara tinggi dan dengan perawatan minimal, seperti tanaman jati dan mahoni. Kekurangan penanaman tanaman kehutanan yaitu umur panen yang relatif panjang dan aturan Pemerintah tentang pengusahaan tanaman hutan yang sangat mengikat, sehingga hal ini berdampak pada taraf hidup petani yang relatif rendah karena penerimaan dari tanaman kehutanan akan didapatkan pada waktu yang relatif lama.
Kebutuhan biji jarak kepyar di dalam negeri masih sangat kurang. Sebagai contoh permintaan PT Kimia Farma dengan kapasitas produksi 18000 ton/tahun, saat ini baru terpenuhi 2000 ton/tahun. Kondisi ideal mesin pemroses di Indonesia mempunyai kapasitas 100.000 ton/tahun sementara pasokan biji jarak kepyar paling besar hanya 2,5 persen dari kapasitas terpasang saat ini. Permintaan minyak jarak dunia sampai sekarang masih sangat tinggi, karena minyak jarak merupakan salah satu minyak pelumas sintetis terbaik yang digunakan pada berbagai macam industri misalnya sebagai bahan pelumas pesawat ruang angkasa dan farmasi.
Negara tujuan ekspor biji jarak Indonesia dari tahun 1993 sampai tahun 1997 adalah Jepang, Singapura dan Malaysia. Ekspor biji jarak terbesar pada tahun 1993 dengan nilai $ US 81.283 dan pada tahun 1998 sampai tahun 2002 Indonesia belum melakukan ekspor biji jarak. Indonesia baru dapat mencukupi kurang dari 1 persen dari kebutuhan dunia dan sebagian besar ekspor masih berupa biji jarak. Negara-negara importir utama minyak jarak sebagian besar adalah negara-negara Eropa, Jepang sebagai salah satu negara importir terbesar di Asia dan Brasil sebagai importir dari wilayah Amerika Latin
Disamping melihat dari sisi bisnis, dari sisi sosial diharapkan tanaman jarak kepyar dapat dijadikan andalan masyarakat pedesaan terutama daerah-daerah yang selama ini tertinggal dari daerah lain karena tanah pertanian yang tidak subur atau tidak produktif sehingga perekonomian daerah tersebut pada akhirnya meningkat...
