| dc.description.abstract | Salah satu hambatan pembangunan pada saat ini yaitu bertambahnya jumlah penduduk Indonesia. Fenomena ini menimbulkan meningkatnya angkatan kerja yang masuk pasar tenaga kerja. Sementara itu jumlah lapangan pekerjaan tidak dapat menampung jumlah angkatan kerja yang semakin meningkat.
Alternatif yang dapat membantu masalah keterbatasan lapangan pekerjaan yaitu sektor informal. Peranan sektor informal selama ini telah membantu menyediakan lapangan pekerjaan khususnya di pedesaan. Industri emping melinjo merupakan bentuk agroindustri yang berkembang di pedesaan. Namun sejauh ini usaha emping melinjo belum mengalami perkembangan yang berarti. Permasalahan yang sering terjadi pada industri kecil di Indonesia secara umum yaitu keterbatasan modal, pengadaan bahan baku, pengelolaan perusahaan dan pemasaran produk yang pada akhirnya mempengaruhi efisiensi dan produktivitas suatu usaha atau industri.
Secara umum suatu perusahaan didirikan dengan tujuan untuk menghasilkan keuntungan. Keuntungan ini dapat diperoleh jika suatu industri dapat memanfaatkan sumber daya input (modal dan tenaga kerja) secara optimal. Penggunaan kedua input tersebut tentunya dipengaruhi oleh faktor-faktor yang secara langsung maupun tidak langsung berpengaruh terhadap kombinasi penggunaan modal dan tenaga kerja. Pada akhirnya perkembangan suatu usaha diharapkan dapat membuka kesempatan kerja sehingga tenaga kerja yang meningkat dapat diimbangi oleh penyerapan tenaga kerja.
Berdasarkan latar belakang di atas, penelitian pada industri kecil dan menegah emping melinjo di Kabupaten Pandeglang ini bertujuan untuk menganalisis keragaan usaha industri kecil dan menengah emping melinjo dalam menghasilkan keuntungan dengan melihat tingkat efisiensi dan produktivitasnya, mengetahui faktor-faktor yang mempengaruhi kombinasi penggunaan modal dan tenaga kerja serta mengetahui kesempatan kerja yang tersedia pada industri emping melinjo di Kabupaten Pandeglang... | id |