Show simple item record

dc.contributor.advisorTuanaya, Umar A. S.
dc.contributor.authorDarmawan, Dibiarma
dc.date.accessioned2024-03-04T08:26:25Z
dc.date.available2024-03-04T08:26:25Z
dc.date.issued1993
dc.identifier.urihttp://repository.ipb.ac.id/handle/123456789/140823
dc.description.abstractDi tahun 1992, para transmigran di daerah transmigra- Karang Agung Tengah telah memasuki tahun kelima hasa penempatannya, dan akan diserahkan tanggungjawab sejak ke- pengurusan daerahnya kepada Pemerintah Daerah Sumatera Se- latan. Agar tidak menjadi beban sosial, tetapi justru tu- rut menjadi pemacu kemajuan daerah Sumatera Selatan, maka pada periode tahun 1991/1992, Departemen Transmigrasi nyelenggarakan Proyek Pengembangan Masyarakat Transmigrasi di Karang Agung Tengah, dengan tujuan meningkatkan taraf Fidup transmigran melalui peningkatan pendapatan usahata- 1. Saat ini proyek telah berjalan satu tahun, dan telah banyak membantu para petani transmigran dalam mengatasi kendala-kendala usahatani dan faktor-faktor sosial ekonomi Lainnya. Tujuan penelitian adalah untuk mengetahui tingkat eberhasilan ekonomi unit pemukiman transmigrasi di Karang Agung Tengah, dengan menghitung pendapatan per kapita per Tahun vang diterima para petani transmigran dan keluarga- serta melihat pola dan besarnya konsumsi, dan faktor- yang mempengaruhi tingkat keberhasilan ekonomi. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa transmigran belum mencapai tingkat kesejahteraan sesuai kriteria stan- dar tingkat keberhasilan ekonomi seperti yary ditetapkan, ba: menurut standar Departemen Transmigrasi (63,33 persen keluarga belum memenuhi standar tahap pemantapan), standar Dirgen Agraria (rata-rata hanya memenuhi 94,26 persen ke- butuhan pokok), besarnya konsumsi pangan (rata-rata 80,86 persen total konsumsi untuk pangan), tingginya rasio kan- sumsi barang terhadap jasa (18,93), dan pendapatan non usanatani untuk memenuhi kebutuhan hidup yang tidak tercu- kupi dari usahatani saja. Hanya pada standar Sajogyo un- tuk daerah pedesaan, rata-rata para transmigran tergolong tidak miskin, karena standar Sajogyo hanya memperhitungkan besarnya pendapatan bagi kecukupan kebutuhan gizi rotein…dstid
dc.language.isoidid
dc.publisherIPB Universityid
dc.subject.ddcAgricultural Economicsid
dc.subject.ddcTransmigrationid
dc.titleAnalisis keberhasilan ekonomi di unit pemukiman transmigrasi : Daerah Transmigrasi Karang Agung Tengah, Sumatera Selatanid
dc.typeUndergraduate Thesisid


Files in this item

Thumbnail

This item appears in the following Collection(s)

Show simple item record