| dc.description.abstract | Pertanian merupakan sektor yang menjadi tulang punggung utama dalam pemenuhan kebutuhan pangan nasional. Salah satu produk dari pertanian adalah tanaman pangan yang memilki fungsi utama untuk memenuhi kebutuhan gizi masyarakat dan sebagai bahan baku agroindustri. Kacang kedelai merupakan salah satu tanaman pangan yang termasuk utama dalam pengembangannya selama ini di Indonesia selain padi, jagung, dan kacang kedelai. Bagi perekonomian Indonesia kacang kedelai memiliki peranan yang besar karena merupakan sumber bahan baku utama bagi industri tahu, tempe, dan pakan ternak berupa bungkil kacang kedelai. Indonesia mencapai produksi kacang kedelai tertinggi pada tahun 1992 dengan total produksi sebesar 1,869 juta ton namun pada tahun-tahun berikutmya terus mengalami penurunan hingga sebesar 747.611 ton pada tahun 2006 dengan jumlah impor yang meningkat pesat dari 694.290 ton pada tahun 1992 menjadi 1,711 juta ton pada tahun 2006. Turunnya produksi juga diimbangi dengan turunnya luas areal panen kacang kedelai yang mengalami penurunan rata-rata sebesar 2,48 persen sejak tahun 2001 hingga 2006. Kondisi ini tidak terjadi pada produktivitas kacang kedelai yang tetap mengalami kenaikan rata-rata 1,13 persen pertahun dalam periode yang sama. Secara umum penelitian ini bertujuan untuk menganalisis respon penawaran kacang kedelai di Indonesia. Secara khusus tujuan dari penelitian ini adalah: (1) Menganalisis respon penawaran terhadap faktor-faktor yang memengaruhi penawaran kacang kedelai di Indonesia dengan melihat secara tidak langsung melalui faktor-faktor yang memengaruhi respon areal kacang kedelai dan respon produktivitas kacang kedelai, (2) Menduga respon penawaran kacang kedelai dengan melihat nilai elastisitasnya pada jangka pendek maupun jangka panjang agar dapat diputuskan kebijakan yang paling tepat dalam pengembangan produksi kacang kedelai di Indonesia. Respon penawaran kacang kedelai diduga secara tidak langsung melalui persamaan respon areal dan respon produktivitas. Respon penawaran ini menggunakan model penyesuaian parsial Nerlove dan diduga dengan metode kuadrat terkecil sederhana (OLS). Model penyesuaiam ini digunakan karena pada komoditas pertanian terdapat kondisi beda kala (lag). Data yang digunakan adalah data sekunder yang bersumber dari Direkorat Jenderal Tanaman Pangan, Badan Pusat Statistik, dan literatur-literatur terkait. Berdasarkan hasil penelitian dapat diketahui faktor-faktor yang memengaruhi luas areal panen yaitu harga kacang kedelai, harga jagung, harga kacang tanah, luas areal teririgasi, dan luas areal panen tahun sebelumnya. Faktorfaktor yang memengaruhi produktivitas yaitu harga pupuk, upah buruh dan produktivitas tahun sebelumnya. Dalam jangka pendek maupun jangka panjang penawaran kacang kedelai terhadap perubahan harga cukup responsif, meski pada iii jangka pendek tidak seresponsif pada jangka panjang. Elastisitas areal panen jika dibandingkan dengan elastisitas produktivitas terhadap harga baik jangka pendek maupun jangka panjang, ternyata elastisitas luas areal panen memiliki nilai yang sama dengan nilai elastisitas penawaran. Ini menunjukkan bahwa pengaruh perubahan harga lebih direspon oleh petani dengan perluasan areal (ekstensifikasi) dibandingkan dengan cara peningkatan produktivitas (intensifikasi). Dalam upaya melaksanakan peningkatan produksi kacang kedelai sebaiknya pemerintah menerapkan kebijakan-kebijakan yang mampu menjadi insentif bagi petani agar mau menanam kacang kedelai. Berdasarkan hasil penelitian ini sekiranya pemerintah memberikan perhatian lebih terhadap infrastuktur pendukung usaha tani kacang kedelai yaitu jaringan irigasi yang baik, karena pengairan yang cukup sangat dibutuhkan oleh tanaman kacang kedelai. Selain pembangunan infrastruktur kebijakan pemberian subsidi pupuk kepada petani harus kembali dilakukan karena akan meningkatkan kesejahteraan petani kedelai akibat dari berkurangnya biaya produksi kedelai. Pemerintah dituntut dalam menjaga harga kacang kedelai tetap berada pada tingkatan harga yang dapat menjadi insentif bagi petani untuk menanam kedelai. Harga kacang kedelai jika dirasakan petani terlalu murah maka petani akan berhenti menanam kacang kedelai yang berakibat kepada turunnya produksi kacang kedelai di Indonesia. Kebijakan yang dapat dilakukan untuk menjaga harga kacang kedelai di dalam negeri adalah dengan membatasi impor kacang kedelai. | id |