Show simple item record

dc.contributor.advisorEidman, Muhammad
dc.contributor.advisorYulianda, Fredinan
dc.contributor.authorDisayang, Sitti Gita
dc.date.accessioned2024-03-04T01:38:58Z
dc.date.available2024-03-04T01:38:58Z
dc.date.issued1994
dc.identifier.urihttp://repository.ipb.ac.id/handle/123456789/140689
dc.description.abstract'Marine borer' (bor laut) adalah invertebrata yang mengebor/melubangi kayu dan benda-benda keras lainnya di laut dan air payau, oleh karena itu dikenal dengan nama organisme perusak kayu di laut. Hewan ini terdiri dari dua kelompok yaitu moluska dan krustasea yang lebih dike- nal dengan sebutan "shipworm" (cacing kapal) dan "gribble" (kutu laut). Kelompok moluska terdiri dari dua famili, yaitu Teredinidae dan Pholadidae. Sedangkan kelompok krustasea terdiri dari tiga famili yaitu Limnoriidae, Che- luridae dan Sphaeromatidae. Dari kelompok moluska, Genus yang paling dikenal adalah Teredo, Bankia dan Martesia. Golongan krustasea meliputi Genus Limnoria, Chelura dan Sphaeroma. Daerah penyebaran bor laut sangat luas dan hampir terdapat disemua perairan. Di perairan tropis, hewan ini dapat berkembang dengan subur dan dapat dijumpai sepanjang tahun. Faktor pembatas dari hewan ini adalah suhu, sali- nitas, persediaan oksigen serta ketersediaan kayu. Untuk identifikasi hewan ini, Famili Teredinidae didasarkan pada struktur 'pallet' (disamping itu 'siphon dapat juga digunakan untuk menentukan jenis), Famili Pholadidae berdasarkan morfologi 'shell' atau cangkangnya. dan Famili Sphaeromatidae pada bentuk 'uropod' dan 'epis- tome'. Jenis-jenis bor laut yang ditemukan di Pulau Rambut adalah Teredo bartschi Clapp, Teredo navalis Spengler, Teredo campanullata Sowerby, Bankia campanellata Moll dan Roch, Martesia striata Linne, Sphaeroma sp. Intensitas serangan bor laut pada penelitian ini (berdasarkan Standar Nordic Wood Preserves Council No. 1.4.2.2/73) menunjukkan 0 untuk kayu jati (Tectona gran- dis); 0 untuk kayu keruing (Dipterocarpus convertus); 0 untuk kayu kamper (Dryobalanops aromatica); 0,333 untuk kayu merbau (Intsia bijuga) dan 0,333 untuk kayu meranti merah (Shorea leprosula)…dstid
dc.language.isoidid
dc.publisherIPB Universityid
dc.titleIdentifikasi 'Marine borer' (Bor Laut) dan evaluasi intensitas serangan yang di timbulkannya terhadap kayu bahan perahu di Pulau Rambut, Kepulauan Seribu, Jakartaid
dc.typeUndergraduate Thesisid


Files in this item

Thumbnail

This item appears in the following Collection(s)

Show simple item record