Persepsi remaja pedesaan terhadap program keluarga berencana;Kasus di desa Jatinagara, Kecamatan Jatinagara, Kabupaten Ciamis, Jawa Barat
Abstract
Penanggulangan masalah kependudukan merupakan Langkah yang strategis dalam pembangunan. Masalah-masalah dibidang kependudukan dalam pembangunan nasional di Indonesia adalah (1) besarnya jumlah penduduk, (2) tingkat pertumbuhan penduduk yang tinggi disebabkan tingkat kelahiran yang tinggi, (3) persebaran penduduk yang kurang merata antara Pulau Jawa, Madura, Bali dan Lombok dengan pulau-pulau lain, (4) kondisi sosial ekonomi penduduk yang rendah antara lain ditunjukkan oleh tingkat pendidikan dan kesehatan penduduk yang belum memadai. Dalam rangka mengatasi masalah-masalah kependudukan, pemerintah telah mengambil langkah kebijaksanaan berupa dilaksanakannya.
Program Keluarga Berencana. Program KB di Indonesia dinilai berhasil dengan dicapainya peserta KB baru, peserta KB aktif dan dampak program KB terhadap situasi kependudukan. Untuk mempertahankan prestasi yang telah dicapai dan meningkat kualitas pelaksanaan program KB maka perlu pendekatan lebih intensif kepada remaja, karena pada kurun waktu 5-10 tahun mendatang kelompok remaja inilah yang akan menentukan keberhasilan atau kegagalan program keluarga Berencana dalam jangka panjang. Dalam mengkaji masyarakat yang berkenaan dengan pelaksanaan suatu program pembangunan, perlu didukung dengan pendekatan pribadi, melalui pendekatan persepsi individu tentang program yang dilaksanakan tersebut.
Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui sejauh mana pengetahuan remaja pedesaan terhadap Program Keluarga Berencana, mengetahui sumber-sumber informasi remaja pedesaan dalam memperoleh pengetahuan tentang Program Keluarga Berencana, mengetahui persepsi remaja pedesaan terhadap Program Keluarga Berencana.
Penelitian ini adalah sebuah penelitian survai yang mengambil lokasi di Desa Jatinagara, mengambil 60 remaja sebagai responden dengan metode pengambilan sampel acak terstratifikasi yang didasarkan pada kelompok umur 14-24 tahun. Data yang didapat kemudian diolah dan ditampilkan dalam bentuk tabel frekuensi dan tabulasi silang, yang kemudian dianalisa secara deskriptif…dst
