| dc.description.abstract | Percobaan di laboratorium dan rumah kaca dilakukan untuk mengetahui variabilitas berbagai isolat Colletotrichum gloeosporioides yang diisolasi dari daun karet. lam rangka mempelajari hubungan patogen-inang, pengamatar. akibat inteksi dengan isolat yang berbeda (Medan, Sumatra Utara; Sembawa, Sumatra Selatan; Bogor, Jawa Barat; Banyu mas, Jawa Tengah, dan Jember, Jawa Timurj pada tiga klon yang berbeda (IAN 873, GT 1 dan PR 305), dititik berat.kar. pada mekanisme infeksi pada tanaman inang, produksi senyawa turunan fenol, kandungan asam amino bebas, perubanar dalam laju fotosintesis dan respirasi sebagai respons inang terhadap patogen, dan kerusakan jaringan daun pada tingkat sel.
Berat kering biakan murni berbagai isolat patogen dari medium cair yang mengandung sumber karbon yang sama tidak berbeda nyata. Glukosa merupakan sumber karbon yang paling sesuai untuk pertumbuhan patogen. Ukuran konidia isolat Jawa Barat paling beragam sedangkan ukuran konidia isolat Sembawa paling seragam. Virulensi kelima isolat C. gloeosporioides yang diteliti ialah sama. Klon IAN 373 bersifat tahan, GT 1 moderat dan PR 305 rentan terhadap serangan berbagai isolat C. gloeosporioides yang dipelajari.
Kelima isolat C. gloeosporioides yang dipelajarı menghasilkan enzim selulolitik, polimetilgalakturonase, dan pektin metilesterase. Aktivitas enzim selulolitik adalah paling tinggi apabila patogen ditumbuhkan dalam medium cair dengan sumber karbon kertas saring Whatman no. 41 atau karboksimetilselulosa. Aktivitas enzim polimetilgalakturonase paling tinggi apabila patogen ditum-buhkan dalam medium cair dengan sumber karbon pektin. Berbeda dengan enzim yang disebutkan di atas, aktivitas enzim pektin metilesterase hanya dapat diukur apabila patogen ditumbuhkan dalam medium cair dengan pektin sebayai sumber karbon dan asparagin atau NaNO3 sebagai sumber nitrogen.
Colletotin dihasilkan oleh kelima isolat C. gloeosporioides yang diuji. Sediaan toksin tidak murniterte-but dapat menimbulkan kerusakan daun ketiga klon yang dipelajari, yang sama dengan gejala daun yang terinfeksi patogen. ... | |