| dc.description.abstract | Produksi Beras Indonesia sampai dengan pertengahan tahun 1985 mencapai 25.8 juta ton, suatu jumlah yang membawa Indonesia pada keadaan Swasembada Beras. Peranan inovasi, baik inovasi teknik maupun inovasi sosial sa- ngat menentukan keberhasilan meningkatkan produksi. Sa- lah satu inovasi teknik yang mengalami perkembangan te- rus menerus adalah varietas unggul, karena itu perlu dilakukan pengamatan tentang respons petani terhadap perkembangan varietas unggul tersebut dan beberapa aspek penunjangnya.
Hasil Praktek Lapang di Kabupaten D.T. II Cianjur memperlihatkan bahwa petani tidak begitu saja menerima varietas-varietas baru tersebut, mereka memilih berdasar kan keuntungan relatif yang dapat diberikan oleh suatu verietas. Diantara sejumlah V.U.T.W. yang sama-sama mam pu berproduksi tinggi, tahan serangan hama wereng dan berumur pendek, ternyata V.U.T.W. yang paling banyak ditanam adalah varietas Cisadane yang mempunyai rasa nasi enak sehingga mempunyai harga jual tinggi.
Sebagian petani juga masih menanam V.U.B. dan varie tas lokal. Jika dibandingkan antara seluruh varietas da ri jenis V.U.T.W., V.U.B. dan varietas lokal, maka keun- tungan relatif yang dipilih oleh sebagian besar petani adalah produksi yang tinggi, umur pendek dan harga jual tinggi. Faktor ketahanan terhadap serangan wereng tidak dipertimbangkan oleh sejumlah petani, karena dalam bebe- rapa tahun terakhir ini tidak ada serangan wereng yang berarti…dst | id |