Show simple item record

dc.contributor.advisorSosromarsono, Soemartono
dc.contributor.advisorBarizi
dc.contributor.advisorGuhardja, Edi
dc.contributor.advisorIman, Mohammad
dc.contributor.advisorRTM Sutamihardja
dc.contributor.authorSoegiarto, Budihardjo
dc.date.accessioned2010-03-25T06:41:54Z
dc.date.available2010-03-25T06:41:54Z
dc.date.issued1985
dc.identifier.urihttp://repository.ipb.ac.id/handle/123456789/1396
dc.description.abstractTidak kurang 20 jenis serangga ham menyerang tanaman kedelai. Sebagian serangga hama tersebut ialah serangga hama pemakan daun, tetapi sampai saat ini belum banyak keterangan mengenai pengaruh kehilangan daun oleh serangga hama pemakan daun terhadap hasil panen. Untuk menduga peranan serangga hama pemakan daun terhadap hasil panen tanaman kedelai dilakukan penelitian pemotongan daun. Fenelitian ini bertujuan mempelajari pengaruh beberapa macam pola kehilangan daun pada beberapa stadium pertumbuhan tanaman dalam keadaan kehilangan daun secara terus menerus maupun berhenti setelah mencapai 50 persen kehilangan daun terhadap hasil dan komponen hasil panen kedelai. Percobaan terdiri dari lima seri percobaan. Pada percobaan I dan II dipelajari pengaruh berbagai macam pola kehilangan daun yang dimulai umur 24, 36, 40, 48 dan 52 hari setelah tanam (hst). Untuk mendapatkan berbagai macam pola kehilangan daun dilakukan pemotongan daun dengan selang waktu empat hari. Pada percobaan I pemotongan daun dilakukan sampai stadium pertumbuhan R8 (panen), sedang pada percobaan II pemotongan daun dihentikan pada umur 52 hst. Pada percobaan III dan IV pemotongan daun dimulai pada umur 24, 32, 40 dan 48 hst, setelah tanaman mencapai 50 persen kehilangan daun, daun yang terbentuk selanjutnya dibiarkan tumbuh. Pada percobaan ini pemotongan daun di-lakukan dengan selang waktu empat hari. Pada percobaan III tanaman mencapai 50 persen kehilangan daun dengan dua kali pemotongan daun, sedang pada percobaan IV tanaman mencapai 50 persen kehilangan daun dengan dua dan empat kali pemotongan daun. Pada percobaan V pemotongan daun dimulai pada umur 22, 30, 38 dan 46 hst, setelah tanaman mencapai 50 persen kehilangan daun, daun yang terbentuk selanjutnya dibiarkan tumbuh. Pada percobaan ini tanaman mencapai 50 persen kehilangan daun dengan empat kali pemotongan daun dan pemotongan daun dilakukan dengan selang waktu dua hari. …
dc.languageid
dc.publisherIPB (Bogor Agricultural University)
dc.subject.ddcAgriculture
dc.subject.ddcEntomogi dan Fitopatologi
dc.titlePengaruh kehilangan daun terhadap hasil dan komponen hasil tanaman kedelai, Glycines Max (L.) Merr.id
dc.typeDissertations
dc.subject.keywordKedelai
dc.subject.keywordkehilangan daun
dc.subject.keywordhama daun
dc.subject.keywordhasil panen


Files in this item

Thumbnail
Thumbnail
Thumbnail
Thumbnail
Thumbnail
Thumbnail
Thumbnail
Thumbnail
Thumbnail
Thumbnail

This item appears in the following Collection(s)

Show simple item record