Show simple item record

dc.contributor.advisorSurkati, Achmad
dc.contributor.authorWidiarsa, I Ketut
dc.date.accessioned2024-02-22T08:15:36Z
dc.date.available2024-02-22T08:15:36Z
dc.date.issued1984
dc.identifier.urihttp://repository.ipb.ac.id/handle/123456789/139666
dc.description.abstractJenis tanaman hortikultur dewasa ini mendapat perhatian lebih baik dari pemerintah, mengingat produk hortikultur mempunyai arti sosial dan ekonomi yang penting bagi masyarakat. Khususnya tanaman jeruk sudah banyak diusahakan baik dalam bentuk pekarangan maupun pertanaman yang intensip. Buah jeruk merupakan bahan makanan pelengkap makanan utama sebagai penyegar dan sumber vitamin. Rismunandar (1971) mengemukakan, selain mengandung vitamin C, juga merupakan sumber fosfor, kapur serta unsur lain yang diperlukan bagi kesehatan tubuh. Sedangkan kulit buah dapat dipergunakan untuk pembuatan sabun wangi, minyak wangi, pembuat harum minuman dan bahan kosmetika. Bali menjadi sentra jeruk nomor tiga setelah Jawa Barat dan Jawa Tengah. Lima puluh enam persen tanaman jeruk Propinsi Bali terdapat di Kabupaten Buleleng. Setiap tahun populasi tanaman jeruk di daerah ini mengalami peningkatan, seperti ditunjukkan pada Tabel 1. Terutama Kecamatan Tejakula, sangat potensial untuk pengembangan tanaman jeruk. Pada tahun 1983 populasi tanaman jeruk mencapai 1.393.969 pohon (Tabel Lampiran 1) dan produksi sebesar 2.689 ton...id
dc.language.isoidid
dc.publisherIPB Universityid
dc.subject.ddcPengusaha Jeruk rakyat di Kecamatan Tejakula, kabupaten Buleleng Baliid
dc.titlePengusaha Jeruk rakyat di Kecamatan Tejakula, kabupaten Buleleng Baliid
dc.typeUndergraduate Thesisid


Files in this item

Thumbnail

This item appears in the following Collection(s)

Show simple item record