Show simple item record

dc.contributor.advisorAdiratma, E. Roekasah
dc.contributor.authorDamayanti, Nyoman Liza
dc.date.accessioned2024-02-21T08:17:55Z
dc.date.available2024-02-21T08:17:55Z
dc.date.issued1989
dc.identifier.urihttp://repository.ipb.ac.id/handle/123456789/139482
dc.description.abstractLuas tanaman anggur di Indonesia mengalami peningkatan selama beberapa tahun terakhir ini. Hal ini terlihat dari semakin meningkatnya jumlah populasi 2 tanaman anggur di daerah pusat anggur, seperti Kabupaten Probolinggo dan Buleleng. Dengan adanya pertambahan populasi tanaman tersebut menandakan bahwa usahatani anggur dapat dijadikan sebagai salah satu sumber pendapatan, asalkan diusahakan pada daerah yang memiliki ekologi yang sesuai dengan pertumbuhan tanaman tersebut. Tujuan penelitian ini adalah mempelajari dan menganalisa kegiatan usahatani anggur dari aspek biaya, produksi, dan akhirnya tingkat pendapatan pada setiap umur tanaman (tahun) berdasarkan kelompok luas garapan. Pengusahaan tanaman anggur di Desa Pengastulan dikelola dengan sistem bagi hasil antara pemilik dan penggarap. Sistem bagi hasil yang digunakan adalah 3/4 bagian dari hasil penerimaan usahatani untuk pemilik sebagai pemilik modal, dan sisanya untuk penggarap. Selanjutnya dalam penelitian ini yang dijadikan petani responden (petani contoh) adalah petani penggarap tersebut. Pengambilan contoh petani dilakukan secara acak. berlapis berdasarkan tingkat penguasaan garapan tanah dan umur tanaman anggur. Data yang dikumpulkan meliputi keadaan usahatani anggur selama bulan Agustus 1987 sampai dengan bulan Juli 1988. Untuk mengetahui tingkat efisiensi usahatani maka dilakukan perhitungan R/C ratio. Selain itu pula untuk mengetahui efisiensi kerja penggarap, maka dilakukan perhitungan rasio pendapatan penggarap per tenaga kerja (per hari kerja setara pria). Pengusahaan tanaman anggur di Desa Pengastulan dapat dipetik untuk dipungut hasilnya yang pertama kali pada saat tanaman berumur sekitar satu tahun. Setelah itu tanaman akan berproduksi tiga kali dalam setahun. Sejalan dengan cara pengelolaan tersebut, kegiatan usahatani dibedakan menjadi dua bagian, yaitu pada saat tanaman belum menghasilkan (umur 0-1 tahun) dan pada saat tanaman. menghasilkan (setelah berumur satu tahun)…dstid
dc.language.isoidid
dc.publisherIPB Universityid
dc.subject.ddcAnalisa pendapatan usahatani anggur$bstudi kasus di Desa Pangastulan, Kecamatan Seririt, Kabupaten Bulelengid
dc.subject.ddcBaliid
dc.titleAnalisa pendapatan usahatani anggur : studi kasus di Desa Pangastulan, Kecamatan Seririt, Kabupaten Buleleng-Baliid
dc.typeUndergraduate Thesisid


Files in this item

Thumbnail

This item appears in the following Collection(s)

Show simple item record