Show simple item record

dc.contributor.advisorRumawas, Fred
dc.contributor.authorKenconowati, Sri Rahayu
dc.date.accessioned2024-02-20T07:43:34Z
dc.date.available2024-02-20T07:43:34Z
dc.date.issued1992
dc.identifier.urihttp://repository.ipb.ac.id/handle/123456789/139235
dc.description.abstractSalah satu sebab rendahnya produksi kacang tanah di Indonesia adalah sulit terkendalinya gulma sebagai tumbuhan pengganggu. Kerugian disebabkan oleh per-aingan gulma dengan tanaman budidaya terhadap penyerapan unsur hara, air, ruang tumbuh serta inang hama penyakit. Mengingat banyaknya kerugian yang ditimbulkan oleh gulma perlu suatu cara pengendalian dimana keuntungan yang didapat dengan menekan gulma paling tidak seimbang dengan usaha dan biaya yang dikeluarkan. Percobaan ini bertujuan untuk mengetahui dosis herbisida oxyfluorfen yang paling optimum dan men- bandingkannya dengan penyiangan pada pertanaman kacang tanah. Percobaan menggunakan Rancangan Petak Terpisah. Digunakan empat taraf herbisida (Petak Utama) yaitu 0, 0.5, 1.0 dan 1.5 l/ha, serta empat taraf saat penyiangan (Anak Petak) yaitu tanpa siang, disiang saat 3 MST, disiang saat 6 MST dan disiang dua kali saat 3 dan 6 MST. Secara umum herbisida oxyfluorfen tidak menimbulkan keracunan yang berarti pada tanaman kacang tanah. Pada percobaan ini, pengendalian gulma sebaiknya dilakukan dengan cara penyiangan baik pada 3 MST atau 6 MST. Keampuhan oxyfluorfen mungkin berkurang, karena waktu percobaan ini dilaksanakan terjadi kemarau panjang.id
dc.language.isoidid
dc.publisherIPB Universityid
dc.subject.ddcPengaruh dosis herbisida oxyfluorfen dan waktu penyiangan terhadap tanaman dan produksi kacang tanah (Arachis hypogaea L.)id
dc.titlePengaruh dosis herbisida oxyfluorfen dan waktu penyiangan terhadap tanaman dan produksi kacang tanah (Arachis hypogaea L.)id
dc.typeUndergraduate Thesisid


Files in this item

Thumbnail

This item appears in the following Collection(s)

Show simple item record