Show simple item record

dc.contributor.advisorMugnisjah, Wahyu Qamara
dc.contributor.authorChalima, Nur
dc.date.accessioned2024-02-20T07:26:11Z
dc.date.available2024-02-20T07:26:11Z
dc.date.issued1992
dc.identifier.urihttp://repository.ipb.ac.id/handle/123456789/139217
dc.description.abstractTomat (Lycopersicon esculentum Mill.) merupakan salah satu sumber vitamin dan mineral gizi manusia. Dalam 100 gram buah tomat masak yang segar terkandung 4.2 gram karbohidrat, 0.3 gram lemak, 1.0 gram protein, 1500 SI vitamin A, dan 40 mg vitamin C (Direktorat Gizi Departemen Kesehatan RI, 1979). Di Indonesia kebutuhan akan tomat terus meningkat, baik sebagai makanan segar maupun sebagai bahan baku industri makanan. Pada tahun 1984 konsumsi tomat mencapai 24 gram/orang/minggu (Biro Pusat Statistik, 1984). Dalam usaha memenuhi kebutuhan tersebut, tanaman tomat diusahakan secara luas, baik di lahan sawah maupun di lahan kering. Lahan kering merupakan potensi yang besar untuk perluasan pertanaman tomat, tetapi pemanfaatan lahan kering sering mengalami hambatan karena banyaknya faktor pembatas, di antaranya adalah: kesuburan tanah, ketersediaan air, pengelolaan, ketebalan lapisan olah, dan stuktur tanah. Usaha-usaha yang perlu dilakukan agar diperoleh hasil yang tinggi mencakup penggunaan varietas unggul, pengolahan tanah, pemupukan, dan perlindungan tanaman...id
dc.language.isoidid
dc.publisherIPB Universityid
dc.subject.ddcPengaruh pemangkasan dan pemberian pupuk organik terhadap produksi dan viabilitas benih tomat (Licopersicom escilentum Mill.)id
dc.titlePengaruh pemangkasan dan pemberian pupuk organik terhadap produksi dan viabilitas benih tomat (Licopersicom escilentum Mill.)id
dc.typeUndergraduate Thesisid


Files in this item

Thumbnail

This item appears in the following Collection(s)

Show simple item record