| dc.description.abstract | Permasalahan yang muncul dalam rangka pencapaian sasaran kualitatif pada penyelenggaraan transmigrasi tidak hanya mengenai perencanaan fisik saja tetapi juga masalah- masalah sosial yang menyangkut aspek manusianya. Dengan demikian penelaahan terhadap suatu sistem organisasi sosial khususnya di wilayah transmigrasi menjadi sangat penting.
Suatu sistem organisasi sosial dibentuk oleh unsur- unsur secara bertahap terdiri dari individu, kelompok, organisasi, komunitas dan akhirnya masyarakat. Di wilayah transmigrasi, pembentukan organisasi sosial diawali oleh pembentukan kelompok secara informal oleh transmigran. Kerjasama antar transmigran dalam kelompok tersebut ditujukan untuk mengatasi berbagai masalah yang timbul pada saat awal transmigrasi. Setelah Unit Permukiman Transmigrasi berubah status menjadi Unit Desa, posisi sebagian dari kelompok informal diambil alih oleh kelompok-kelompok formal yang baru dibentuk.
Sampai dengan tahun 1991, di wilayah transmigrasi
telah dibentuk dan terbentuk organisasi formal maupun
informal pada berbagai bidang. Organisasi/kelompok terse-
but meliputi bidang ekonomi, pertanian, pendidikan dan
pengajaran, keagamaan, kepemudaan, kesenian, kewanitaan,
pemerintahan desa dan sebagainya. Setiap bidang memiliki
ciri khas masing-masing, dapat terdiri dari organisasi
/kelompok formal saja, informal saja atau formal dan
informal sekaligus.
Namun demikian, secara keseluruhan
jumlah organisasi/kelompok formal relatif lebih banyak
daripada kelompok informal... | id |