| dc.description.abstract | Kebuntingan merupakan bagian dari rangkaian peristiwa reproduksi yang terjadi pada makhluk betina. Bila ovum mengalami fertilisasi, berlangsung suatu peristiwa lengkap yang dinamakan kebuntingan atau gestasi, dan ovum yang telah mengalami fertilisasi akhirnya berkembang menjadi fetus.
Ovarium sebagai alat kelamin primer hewan betina menghasilkan ovum dan hormon-hormon ovarium. Sebagaimana alat tubuh lainnya, organ ini juga bisa mengalami proses degenerasi atau penurunan aktivitas fisilogisnya seperti yang terjadi pada hewan betina dewasa (pada manusia ada- lah saat masa menopause) atau karena keadaan patologis. Pada kasus lain, ovarium ini secara sadar justru dibuang (ovariektomi).
Untuk terjadinya kebuntingan harus ada implantasi, yaitu proses melekatnya embrio pada selaput lendir endometrium induk. Perlekatan dikukuhkan oleh suatu hubungan sistem sirkulasi antara induk dengan embrio yang memer- lukan suatu koordinasi antara kedua bagian tersebut (Weitlauf, 1978).
Bila ovum yang telah mengalami fertilisasi mengada- kan implantasi dalam endometrium, sekresi progesteron yang terus berlangsung menyebabkan sel-sel stroma membeng- kak dan menyimpan lebih banyak zat-zat gizi. Sel-sel ini sekarang disebut sebagai sel-sel desidua. Zat-zat gizi desidua digunakan oleh embrio untuk pertumbuhan dan per- kembangannya (Guyton, 1976).
Dalam proses implantasi, progesteron berfungsi untuk menstimulir pertumbuhan sistem glandular pada endometrium uterus yang telah disensitifkan terlebih dahulu dengan estrogen sehingga mukosa mengalami penebalan, pertambahan jumlah liku-liku dan lipatan kelenjar, udema pada stroma dan adanya butiran-butiran glikogen di dalam sel-sel glandula yang penting untuk makanan ovum dan implantasi embrio. Progesteron dapat menginduksi terjadinya proses implantasi baik tanpa dukungan maupun dengan dukungan estrogen (Wu dan Chang, 1973)…dst | id |