View Item 
      •   IPB Repository
      • Dissertations and Theses
      • Undergraduate Theses
      • UT - School of Veterinary Medicine and Biomedical Science
      • UT - Veterinary Clinic Reproduction and Pathology
      • View Item
      •   IPB Repository
      • Dissertations and Theses
      • Undergraduate Theses
      • UT - School of Veterinary Medicine and Biomedical Science
      • UT - Veterinary Clinic Reproduction and Pathology
      • View Item
      JavaScript is disabled for your browser. Some features of this site may not work without it.

      Tinjauan pemeliharaan kebuntingan setelah embrio transfer pada hewan betina steril yang telah diovariektomi

      Thumbnail
      View/Open
      Full text (8.600Mb)
      Date
      1990
      Author
      Wibawadi, Rulianto
      Supriatna, Iman
      Metadata
      Show full item record
      Abstract
      Kebuntingan merupakan bagian dari rangkaian peristiwa reproduksi yang terjadi pada makhluk betina. Bila ovum mengalami fertilisasi, berlangsung suatu peristiwa lengkap yang dinamakan kebuntingan atau gestasi, dan ovum yang telah mengalami fertilisasi akhirnya berkembang menjadi fetus. Ovarium sebagai alat kelamin primer hewan betina menghasilkan ovum dan hormon-hormon ovarium. Sebagaimana alat tubuh lainnya, organ ini juga bisa mengalami proses degenerasi atau penurunan aktivitas fisilogisnya seperti yang terjadi pada hewan betina dewasa (pada manusia ada- lah saat masa menopause) atau karena keadaan patologis. Pada kasus lain, ovarium ini secara sadar justru dibuang (ovariektomi). Untuk terjadinya kebuntingan harus ada implantasi, yaitu proses melekatnya embrio pada selaput lendir endometrium induk. Perlekatan dikukuhkan oleh suatu hubungan sistem sirkulasi antara induk dengan embrio yang memer- lukan suatu koordinasi antara kedua bagian tersebut (Weitlauf, 1978). Bila ovum yang telah mengalami fertilisasi mengada- kan implantasi dalam endometrium, sekresi progesteron yang terus berlangsung menyebabkan sel-sel stroma membeng- kak dan menyimpan lebih banyak zat-zat gizi. Sel-sel ini sekarang disebut sebagai sel-sel desidua. Zat-zat gizi desidua digunakan oleh embrio untuk pertumbuhan dan per- kembangannya (Guyton, 1976). Dalam proses implantasi, progesteron berfungsi untuk menstimulir pertumbuhan sistem glandular pada endometrium uterus yang telah disensitifkan terlebih dahulu dengan estrogen sehingga mukosa mengalami penebalan, pertambahan jumlah liku-liku dan lipatan kelenjar, udema pada stroma dan adanya butiran-butiran glikogen di dalam sel-sel glandula yang penting untuk makanan ovum dan implantasi embrio. Progesteron dapat menginduksi terjadinya proses implantasi baik tanpa dukungan maupun dengan dukungan estrogen (Wu dan Chang, 1973)…dst
      URI
      http://repository.ipb.ac.id/handle/123456789/138440
      Collections
      • UT - Veterinary Clinic Reproduction and Pathology [2186]

      Copyright © 2020 Library of IPB University
      All rights reserved
      Contact Us | Send Feedback
      Indonesia DSpace Group 
      IPB University Scientific Repository
      UIN Syarif Hidayatullah Institutional Repository
      Universitas Jember Digital Repository
        

       

      Browse

      All of IPB RepositoryCollectionsBy Issue DateAuthorsTitlesSubjectsThis CollectionBy Issue DateAuthorsTitlesSubjects

      My Account

      Login

      Application

      google store

      Copyright © 2020 Library of IPB University
      All rights reserved
      Contact Us | Send Feedback
      Indonesia DSpace Group 
      IPB University Scientific Repository
      UIN Syarif Hidayatullah Institutional Repository
      Universitas Jember Digital Repository