Show simple item record

dc.contributor.advisorSaragih, Bungaran
dc.contributor.authorAkmal, Afrizal
dc.date.accessioned2024-02-12T06:28:12Z
dc.date.available2024-02-12T06:28:12Z
dc.date.issued1990
dc.identifier.urihttp://repository.ipb.ac.id/handle/123456789/138217
dc.description.abstractPedesaan mempunyai potensi keuangan yang cukup besar, tetapi pada kenyataan rakyat desa yang sebagian besar hidup disektor pertanian masih banyak berpenghasilan rendah dan miskin. Kredit untuk rakyat pedesaan merupakan masalah yang sering diperdebatkan. Kredit merupakan sumber pembiayaan bagi produksi, pemasaran dan konsumsi. Kelangkaan modal merupakan ciri dominan di pedesaan. Hal ini dapat terjadi karena kurang berjalannya proses mobilisasi dana pedesaan secara efektif dan efisien. Untuk mengefektifkan dan mengefisienkan sumber dana yang ada di pedesaan dituntut kehadiran lembaga keuangan pedesaan. Lembaga keuangan pedesaan dapat mengubah pedesaan yang belum termonetisasi ke arah yang lebih termonetisasi. Monetisasi perekonomian pedesaan diharapkan mampu mendorong rakyat desa untuk bertingkah laku ekonomis yang rasional. Di Indonesia terdapat lima macam lembaga keuangan bukan bank yang dikelola oleh pemerintah daerah, yakni Lumbung Pitih Nagari (LPN) di Sumatera Barat, Lembaga Perkreditan Kecamatan (LPK) di Jawa Barat, Badan Kredit Kecamatan (BKK) di Jawa Tengah, Kredit Usaha Rakyat Kecil (KURK) di Jawa Timur dan Lembaga Perkreditan Desa (LPD) di Bali. Selain terdapat lembaga keuangan bukan bank, di pedesaan dapat ditemui Koperasi Unit Desa (KUD) dan BRI Unit Desa (BRI Udes)...id
dc.language.isoidid
dc.publisherIPB Universityid
dc.subject.ddcAnalisis keuangan lembaga perkreditan Kecamatan$bstudi kasus pada dua LPK di Kabupaten Cianjurid
dc.titleAnalisis keuangan lembaga perkreditan Kecamatan : studi kasus pada dua LPK di Kabupaten Cianjurid
dc.typeUndergraduate Thesisid


Files in this item

Thumbnail

This item appears in the following Collection(s)

Show simple item record