Show simple item record

dc.contributor.advisorYahya, Sudirman
dc.contributor.advisorHariyadi
dc.contributor.authorArsa, I Gst. Bgs. Adwita
dc.date.accessioned2024-02-07T04:11:01Z
dc.date.available2024-02-07T04:11:01Z
dc.date.issued1987
dc.identifier.urihttp://repository.ipb.ac.id/handle/123456789/137872
dc.description.abstractKendala yang dihadapi dalam usaha perluasan areal pertanaman kelapa di Indonesia adalah keterbatasan ketersediaan lahan-lahan subur. Hal ini disebabkan lahan-lahan subur yang ada di Indonesia telah digunakan untuk pengembangan tanaman pangan dan hortikultura. Pengembangan pertanaman kelapa di daerah-daerah pasang surut merupakan salah satu alternatif pemecahan kendala atas, dalam rangka memacu laju peningkatan produksi kelata di Indonesia dan menjadikan komoditi ini sebagai salah satu ekspor utama, khususnya dari ekspor hasil pertanian. Daerah pasang surut merupakan daerah yang dipengaruhi oleh pasang surut air laut, sehingga kadar ion Na dan i pada tanah-tanah daerah pasang surut sangat tinggi. Akumulasi ion Na dan Cl pada tingkat yang cukup tinggi akan merupakan faktor pembatas bagi pertumbuhan tanaman. Hal ini terjadi karena akumulasi ion Na dan Cl di daerah perakaran akan mengganggu proses penyerapan air oleh akar, dan kemudian akumulasi ion tersebut pada jaringan tanaman akan mengganggu proses metabolisme, sehingga akan menghambat pertumbuhan tanaman, bahkan dapat mematikan untuk tanaman-tanaman yang tidak toleran. Percobaan ini bertujuan mencari alternatif pemecahan terhadap masalah tersebut di atas, yaitu mencari varietas- varietas kelapa yang tahan terhadap tingkat NaCl tinggi. Varietas kelapa yang dicobakan adalah Varietas Dalam Tenga, Varietas Genjah Nias Kuning, dan Varietas Hibrida hasil persilangan Varietas Dalam Tenga sebagai tetua jantan dengan Varietas Genjah Nias Kuning sebagai tetua betina. Hasil yang didapat adalah pada tingkat salinitas yang semakin tinggi pertumbuhan vegetatif ketiga varietas cenderung menurun. Hasil percobaan juga memperlihatkan bahwa varietas dalam merupakan varietas yang paling toleran ter- hadap tingkat salinitas tinggi disusul oleh varietas hibrida, sedangkan varietas Genjah merupakan varietas yang paling rentan. Gejala lain yang terlihat akibat pemberian NaCl pada tingkat yang tinggi adalah terjadinya abnormalitas daun, seperti klorosis dan nekrosis. Gejala abnormalitas daun lebih nyata terlihat pada Varietas genjah daripada kedua varietas lainnya.id
dc.language.isoidid
dc.publisherIPB Universityid
dc.subject.ddcPengaruh tingkat salinitas terhadap pertumbuhan bibit tiga varietas kelapa (Cocos mucifera L.)$id
dc.titlePengaruh tingkat salinitas terhadap pertumbuhan bibit tiga varietas kelapa (Cocos mucifera L.)id
dc.typeUndergraduate Thesisid


Files in this item

Thumbnail

This item appears in the following Collection(s)

Show simple item record