| dc.contributor.advisor | Ristianingrum, Anita | |
| dc.contributor.author | Bethaliana, Geniussa Kussetya | |
| dc.date.accessioned | 2024-02-07T03:05:31Z | |
| dc.date.available | 2024-02-07T03:05:31Z | |
| dc.date.issued | 2004 | |
| dc.identifier.uri | http://repository.ipb.ac.id/handle/123456789/137846 | |
| dc.description.abstract | Industri tepung tapioka merupakan salah satu industri agribisnis yang telah terbukti menjadi industri yang mampu bertahan dalam masa krisis ini dan masih tetap kuat baik untuk pasar domestik seperti industri makanan maupun pasar ekspor, serta memiliki potensi besar untuk dikembangkan. Perkembangan industri tepung tapioka selama tahun 1999 hingga tahun 2002 terus mengalami peningkatan. Selain itu, tepung tapioka dapat meningkatkan daya guna untuk substitusi beras dan tepung terigu, karena harga tepung tapioka yang relatif lebih murah dibanding tepung terigu namun dapat memberikan hasil yang sama bahkan dengan kualitas gizi yang lebih baik Kendala yang menghambat industri tepung tapioka antara lain adalah jumlah produksi ubi kayu masih terus berfluktuasi dan tingkat produktivitas pertanaman ubi kayu yang masih sangat rendah, menyebabkan harganya relatif tinggi sebagai bahan baku industri tepung tapioka terutama pada saat musim paceklik
PT Sumber Jaya Murni yang berlokasi di Ciluar, Bogor yang merupakan salah satu perusahaan yang bergerak dalam industri pengolahan tepung tapioka. Kesulitan dalam memperoleh bahan baku dengan harga yang rendah merupakan salah satu kendala yang menghambat produksinya. Harga pembelian bahan baku yang terlalu tinggi menyebabkan tingginya harga pokok produksi sehingga perusahaan memiliki kesulitan dalam menetapkan harga jual produk yang bersaing Agar perusahaan bisa menetapkan harga pokok produksi yang akurat dan efisien, perusahaan harus memperhatikan komponen harga pokok produksi lain selain biaya bahan baku yang dapat diefisienkan yaitu biaya tenaga kerja dan biaya overhead pabrik. Dalam menetapkan harga pokok produksi yang akurat dan efisien perusahaan memilih untuk mengefisienkan biaya overhead pabriknya.
Tujuan penelitian ini adalah (1) Menganalisis harga pokok produksi perusahaan dengan perhitungan metode ABC, (2) Menganalisis apakah penerapan metode Activity Based Costing (metode ABC) dapat digunakan sebagai alternatif lain yang lebih baik dalam perhitungan harga pokok produksi tepung tapioka.
Data yang dikumpulkan berupa data primer dan data sekunder. Data primer adalah berupa wawancara dan pengamatan langsung di lapangan. Data sekunder yang dianalisis, adalah data keuangan dari tahun 2001-2002. Data sekunder yang dikumpulkan, terdiri dari laporan keuangan dan laporan produksi perusahaan dari tahun 2001-2002.
Metode penetapan harga pokok produksi yang selama ini dipakai oleh PT. Sumber Jaya Murni adalah metode penetapan harga pokok konvensional dengan metode full costing untuk laporan produksi dengan periode akuntansi 1 tahun. Biaya yang dikalkulasi meliputi biaya bahan baku yang digunakan dalam proses produksi,..dst | id |
| dc.language.iso | id | id |
| dc.publisher | IPB University | id |
| dc.subject.ddc | Penerapan metode activity based costing dalam penentuan harga pokok produksi tepung tapioka$bStudi kasus pada Perusahaan Tepung Tapioka PT Sumber Jaya Murni, Ciluar, Bogor, Jawa Barat | id |
| dc.title | Penerapan metode activity based costing dalam penentuan harga pokok produksi tepung tapioka : Studi kasus pada Perusahaan Tepung Tapioka PT Sumber Jaya Murni, Ciluar, Bogor, Jawa Barat | id |
| dc.type | Undergraduate Thesis | id |