| dc.description.abstract | Perkembangan industri pangan di Indonesia tidak seperti yang diharapkan. Kontribusi industri makanan, minuman (pangan) dan tembakau pada tahun 2000 sebesar 8,06 persen dan terus menurun hingga menjadi sebesar 6,94 persen pada tahun 2005 (BPS, 2006). Selain itu selama tahun 2000-2004 jumlah industri pangan maupun jumlah tenaga kerja yang terserap pertumbuhannya berfluktuasi. Hal ini menyebabkan industri pangan sangat rawan dikemudian hari untuk dapat meningkatkan pertumbuhan ekonomi, meningkatkan ketahanan pangan nasional, serta menjaga stabilitas pertahanan dan politis. Dengan demikian, peranan industri pangan nasional sangat penting untuk ditelaah lebih lanjut, karena subsektor ini merupakan salah satu andalan dalam perekonomian nasional.
Penelitian ini bertujuan untuk: (1) menganalisis peranan industri pangan terhadap perekonomian Indonesia dalam pembentukan struktur permintaan antara dan permintaan akhir, struktur nilai tambah bruto, dan struktur output, (2) menganalisis berapa besar koefisien dan kepekaan penyebaran industri pangan dalam perekonomian Indonesia, (3) menganalisis berapa besar dampak ekonomi yang ditimbulkan oleh industri pangan yang meliputi multiplier effect (efek pengganda) baik output, pendapatan, dan tenaga kerja terhadap perekonomian Indonesia, serta (4) mengetahui subsektor-subsektor dalam industri pangan yang dapat diprioritaskan untuk dikembangkan... | id |