Show simple item record

dc.contributor.advisorFirmansyah, Iman
dc.contributor.authorFirdaus, Hilfi
dc.date.accessioned2024-02-06T06:11:48Z
dc.date.available2024-02-06T06:11:48Z
dc.date.issued2004
dc.identifier.urihttp://repository.ipb.ac.id/handle/123456789/137716
dc.description.abstractTepung tapioka merupakan salah satu komoditas utama tataniaga tepung pasar internasional setelah komoditi tepung terigu dan tepung gandum. Produksi dan konsumsi tepung tapioka di Indonesia dan di mancanegara menunjukkan kecenderungan yang meningkat tiap tahunnya. Produsen tepung tapioka atau lebih dikenal dengan pengrajin tepung tapioka sebagian besar berasal dari industri atau usaha kecil dan menengah (UKM) yang tersebar di seluruh pelosok Nusantara dengan sentra produksi berada di propinsi Lampung. Koperasi Pengrajin Tapioka Ciluar (KOPTAR) sebagai bagian dari program UKMK sentra/klaster dinamis Kabupaten Bogor adalah salah satu koperasi yang bergerak dibidang usaha produksi dan pemasaran tepung tapioka. KOPTAR beranggotakan pengrajin-pengrajin (pengusaha kecil) tepung tapioka di wilayah Bogor. Para pengrajin menjual hasil produksinya berupa tepung tapioka kasar pada KOPTAR kemudian KOPTAR memprosesnya hingga menjadi tepung tapioka halus dan memasarkan baik tepung tapioka kasar maupun tepung tapioka halus. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui apa yang menjadi kekuatan dan kelemahan KOPTAR serta peluang dan ancaman yang dihadapinya dalam memasarkan tepung tapioka dan bagaimana bauran pemasaran produk tepung tapioka KOPTAR dan kaitannya dengan faktor strategis internal dan eksternal serta posisi KOPTAR dalam industri tepung tapioka Bogor. Penelitian ini dilaksanakan dengan menggunakan studi kasus. Data yang dikumpulkan adalah data primer dan data sekunder dengan pengambilan data dilakukan dengan pengamatan langsung, wawancara dan pengisian kuesioner. Data dianalisis dengan menggunakan analisis bauran pemasaran, matriks IFE, matriks EFE, matriks Internal-Eksternal, matriks SPACE dan matriks QSP. Pengolahan data dilakukan dengan menggunakan alat hitung yang disajikan dalam bentuk tabulasi dan diuraikan secara kualitatif. Hasil analisis terhadap lingkungan internal menunjukkan kekuatan dan kelemahan KOPTAR yang berasal dari struktur organisasi, budaya dan sumberdaya yang dimiliki KOPTAR. Hasil analisis matriks IFE menunjukkan faktor strategis internal pertumbuhan volume dan nilai penjualan produk utama yang tinggi menjadi kekuatan utama KOPTAR dengan perolehan skor rata-rata terbesar yaitu 0.304. Sedangkan faktor strategis internal kontinuitas dan konsistensi mutu produk yang belum tercapai dan pencatatan keuangan yang belum profesional dan tidak dilakukan pemisahan pada aset koperasi dan aset pribadi menjadi kelemahan utama KOPTAR dengan perolehan skor rata-rata terkecil yaitu 0.076. Total skor rata-rata matriks IFE KOPTAR sebesar 2.748 menunjukkan KOPTAR dapat memanfaatkan kekuatan untuk mengatasi kelemahan yang dimiliki. ...dstid
dc.language.isoidid
dc.publisherIPB Universityid
dc.subject.ddcAnalisis strategi pemasaran tapioka$bStudi kasus : koperasi pengrajin tapioka Ciluar, Desa Pasir Laja, Kecamatan Sukaraja, Kabupaten Bogor, Jawa Baratid
dc.titleAnalisis strategi pemasaran tapioka : Studi kasus : koperasi pengrajin tapioka Ciluar, Desa Pasir Laja, Kecamatan Sukaraja, Kabupaten Bogor, Jawa Baratid
dc.typeUndergraduate Thesisid


Files in this item

Thumbnail

This item appears in the following Collection(s)

Show simple item record