| dc.description.abstract | Teh hijau merupakan salah satu jenis teh yang diperoleh tanpa fermentasi . Khasiat teh hijau dalam menyembuhkan berbagai penyakit terutama disebabkan oleh adanya senyawa polifenol yang terdiri atas epigalokatekin, epigalokatekin-galat, epikatekin, dan epikatekin-galat. Bermacam-macam perlakuan digunakan untuk mengoptimumkan ekstraksi polifenol yang terdapat dalam teh hijau. Dalam penelitian ini, teh hijau direfluks dalam air bebas ion dengan ukuran butir 18, 32, dan 60 mesh dengan nisbah bahan baku terhadap pelarut 1:10, 1:12.5, dan 1:15 selama 10, 20, dan 30 menit pada suhu konstan, yaitu 80 °C. Setelah itu, ekstrak dipekatkan dengan penguap putar pada suhu 55 °C dan kadar polifenolnya diukur. Nilai optimum kadar polifenol diperoleh pada ukuran butir 18 mesh, nisbah bahan baku-pelarut 1:10, dan waktu ekstraksi 23 menit 14 detik. Hasil validasi kadar polifenol dalam ekstrak air bebas ion teh hijau dengan metode permukaan respons adalah 857.686 ppm sementara dengan spektrofotometri sinar tampak diperoleh kadar polifenol sebesar 860.37 ppm. | id |