| dc.description.abstract | Pelaksanaan praktek lapang dilakukan pada bulan Juli sampai dengan September 1984, bertujuan untuk mengamati pelaksanaan insus Padi Gogo di daerah transmigrasi Lampung Utara, mempelajari faktor-faktor pengaruh kelompok tani Insus melalui petani Bimas/Inmas serta peranan PPL dilihat dari keterlibatannya dalam kelompok tani. Faktor pengaruh kelompok tani yang dilihat dalam lingkup struktur kelom- pok, kepemimpinan dan partisipasi anggota.
Praktek lapang dilakukan dengan menggunakan metoda studi kasus. Yaitu kasus pada 3 kelompok tani sampel da- lam wilayah kerja BPP Tulang Bawang Tengah, kelompok tani Sukamaju di Desa Mulya Kencana, Tani Mukti I di Desa Tirta Kencana dan kelompok tani Karya Sakti di Desa Mulya Asri.
Insus sebagai lanjutan dari intensifikasi Bimas dan Inmas sehubungan dengan usaha pemerintah mencapai swasem- bada beras, ternyata memberikan harapan baik dalam meme- nuhi tingkat produksi beras Kabupaten Lampung Utara untuk kebutuhan konsumsi penduduk. Hal ini dikarenakan pelak- sanaan program diselaraskan dengan norma-norma kelompok tani (kelompok sehamparan) dan adanya perbaikan-perbaikan pelayanan dari lembaga pemerintah (khususnya lembaga penyuluhan). Walaupun demikian, pada pelaksanaannya tetap ditemui hambatan-hambatan teknis dan non teknis, baik dari pembina (lembaga pemerintah maupun swasta) dan pelaksana program (kelompok tani).
Berdasarkan pengamatan pada ketiga kelompok tani ter- pilih, bahwa dinamika kelompok dilihat dari ketiga faktor pengaruh tersebut di atas, terlihat cukup bervariasi dan terbaik pada kelompok tand Sukamaju. Nampaknya perkembang- an dan kemajuan kelompok tani yang terutama ditentukan oleh kepemimpinan kontak tani, partisipasi anggota dan keterlibatan PPL sebagai pihak luar... | id |