| dc.description.abstract | Kegiatan pembangunan ekonomi selalu dipandang sebagai keseluruhan dari usaha yang dilakukan pemerintah bersama masyarakat dalam rangka meningkatkan pendapatan masyarakat. Usaha-usaha pembangunan tersebut meliputi ekonomi, sosial, politik, dan kebudayaan. Pembangunan ekonomi adalah suatu proses yang menyebabkan tingkat pandapatan per kapita masyarakat meningkat dalam jangka panjang. Pelaksanaan pembangunan di suatu wilayah tidak selalu berhasil dan mencapai tujuan sesuai dengan yang diharapkan, karena setiap wilayah memiliki potensi dan karakteristik sumberdaya yang berbeda-beda, sehingga menyebabkan laju pertumbuhan pembangunan ekonomi tidak merata.
Tujuan penelitian ini adalah untuk (1) mengidentifikasi pertumbuhan PDRB sektor-sektor perekonomian Kabupaten Pasaman pada masa otonomi daerah, (2) menganalisis laju pertumbuhan dan daya saing sektor ekonomi Kabupaten Pasaman, dan (3) mengidentifikasi peranan dan fungsi pusat pertumbuhan pelayanan yang menunjang pertumbuhan sektor ekonomi Kabupaten Pasaman.
Analisis shift share digunakan untuk mengetahui perkembangan suatu sektor di suatu wilayah dan perkembangan suatu wilayah jika dibandingkan dengan wilayah lainnya, apakah bertumbuh cepat atau lambat. Pada masa otonomi daerah periode 2000-2004, pertumbuhan aktual Kabupaten Pasaman sebesar 19,00 persen, dan pertumbuhan regional Kabupaten Pasaman sebesar 19,87 persen. Sektor yang memiliki pertumbuhan terbesar di Kabupaten Pasaman adalah sektor pertanian, sektor pengangkutan dan komunikasi, dan sektor bangunan. Sektor yang memiliki laju pertumbuhan cepat (PP>0), adalah sektor listrik
dan air minum, sektor pertanian, sektor pengangkutan dan komunikasi, sektor keuangan, persewaan dan jasa perusahaan, dan sektor bangunan. Sektor yang laju pertumbuhannya lambat (PP<0), sektor pertambangan dan penggalian, sektor industri pengolahan, sektor jasa-jasa, dan sektor perdagangan, hotel dan restoran. Sektor yang memiliki daya saing yang baik (PPW>0), dan mampu bersaing dengan kabupaten lain di Provinsi Sumatera Barat adalah sektor pertambangan dan penggalian, dan sektor industri pengolahan. Sektor yang memiliki daya saing kurang baik (PPW<0), sektor listrik dan air minum, sektor keuangan, persewaan dan jasa perusahaan, sektor pertanian, sektor bangunan, sektor pengangkutan dan komunikasi, dan sektor perdagangan, hotel dan restoran.
Pada masa otonomi daerah kurun waktu 2000-2004, sektor ekonomi Kabupaten Pasaman tidak terdapat pada kuadran I, yaitu sektor yang memiliki laju pertumbuhan cepat dan daya saing wilayah yang lebih baik dibandingkan wilayah lain di Provinsi Sumatera Barat. Sektor yang termasuk kuadran II adalah sektor listrik dan air minum, sektor pertanian, sektor pengangkutan dan komunikasi, sektor keuangan, persewaan dan jasa perusahaan, dan sektor bangunan. Sektor tersebut memiliki laju pertumbuhan cepat (progresif), tetapi tidak memiliki daya saing yang baik. Kuadaran III ditempati oleh sektor perdagangan, hotel dan restoran, yaitu sektor yang memiliki laju pertumbuhan lambat dan tidak memiliki daya saing wilayah. Kuadran IV yang ditempati oleh sektor pertambangan dan penggalian, sektor industri pengolahan, dan sektor jasa- jasa. Sektor tersebut memiliki laju pertumbuhan lambat, tetapi memiliki daya saing wilayah lebih baik.
Sebagian besar sektor-sektor ekonomi Kabupaten Pasaman memiliki nilai pergeseran bersih (PBij) yang bernilai negatif. Berarti bahwa sektor ekonomi Kabupaten Pasaman termasuk dalam kelompok pertumbuhan lambat. Sektor ekonomi yang memiliki nilai PBij positif dan memiliki pertumbuhan cepat adalah sektor pertanian dan sektor pengangkutan dan komunikasi. Berdasarkan hasil analisis skalogram pada tahun 2000, Kecamatan Rao menempati hirarki tertinggi dalam ketersediaan sarana dan prasarana pembangunan, sedangkan kecamatan yang hirarki terendah adalah Kecamatan Mapat Tunggul. Pada tahun 2004, Kecamatan Lubuk Sikaping memegang hirarki tertinggi dalam ketersediaan sarana dan prasarana pembangunan, dan hirarki terendah ditempati oleh Kecamatan Mapat Tunggul Selatan. | id |