| dc.description.abstract | Peningkatan jumlah penduduk, permasalahan akan kelangkaan pangan dan peningkatan pemahaman akan pangan yang sehat dan bergizi telah menuntut budidaya pangan secara intensif. Penggunaan bahan-bahan kimia seperti pestisida kimia dan pupuk buatan memang telah mampu meningkatkan jumlah produksi pertanian. Namun seiring dengan berjalannya waktu, ternyata sistem budidaya secara intensif tersebut menimbulkan berbagai dampak negatif seperti pencemaran lingkungan, timbulnya hama sekunder yang lebih resisten terhadap pestisida, penurunan produktivitas lahan dan menimbulkan dampak negatif bagi kesehatan seperti kanker, gangguan syaraf dan penurunan ketahanan tubuh.
Seiring dengan berjalannya waktu pula, masyarakat sebagai konsumen semakin menyadari akan bahaya residu pestisida dalam produk pertanian yang mereka konsumsi. Dengan meningkatnya kesadaran masyarakat untuk hidup sehat dan keinginan kembali ke alam (back to naure) maka permintaan terhadap beras organik semakin meningkat. Hal tersebut mendorong pentingnya mengetahui karakteristik konsumen beras organik, terutama di Bogor, faktor-faktor yang mempengaruhi permintaan, besar pengaruh faktor-faktor tersebut terhadap permintaan dan implikasi kebijakan pemasaran beras organik. | id |