| dc.contributor.advisor | Rusli, Said | |
| dc.contributor.author | Andriany, Isnanik Dian | |
| dc.date.accessioned | 2024-02-02T02:37:45Z | |
| dc.date.available | 2024-02-02T02:37:45Z | |
| dc.date.issued | 2006 | |
| dc.identifier.uri | http://repository.ipb.ac.id/handle/123456789/137305 | |
| dc.description.abstract | Suatu kenyataan bahwa perekonomian negara-negara berkembang termasuk Indonesia ditopang oleh industri kecil dan menengah. Industri kecil dan menengah memberikan kontribusi yang lebih besar dibandingkan dengan industri besar terutama dalam penyerapan tenaga kerja. Oleh karena itu, dukungan dari semua pihak baik pemerintah maupun swasta sangat diperlukan untuk membantu pengembangan usaha industri kecil dan menengah yang berkelanjutan.
Faktor kepemimpinan dan tingkah laku kewiraswastaan merupakan dua hal yang penting dalam pengembangan usaha. Pemimpin yang mampu menjalankan tugas kepemimpinannya dengan baik dan mampu menjalin hubungan dengan pekerja akan memperlancar komunikasi antara pemimpin dan pekerja dan dapat berpengaruh terhadap kinerja serta produktivitas pekerja. Tingkah laku kewiraswastaan pengusaha industri kecil dan menengah yang berkembang merupakan salah satu faktor yang menentukan kemampuan dalam persaingan ataupun kerjasama dengan industri-industri besar.
Tujuan yang ingin dicapai dalam penelitian ini adalah (1) menelaah kepemimpinan dan tingkah laku kewiraswastaan pengusaha pada industri sepatu skala kecil dan menengah, (2) menganalisis hubungan kepemimpinan dalam industri kecil dan menengah terhadap kinerja pekerja, dan (3) menganalisis hubungan kinerja pekerja dan tingkah laku kewiraswastaan terhadap perkembangan usaha dan produktivitas industri kecil dan industri menengah. Metode penelitian yang digunakan merupakan perpaduan antara pendekatan kuantitatif dan pendekatan kualitatif. Data yang terkumpul adalah data primer dan data sekunder.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa praktek kepemimpinan yang dilakukan dikedua industri agak berbeda yang tampak dari gaya kepemimpinan yang diterapkan dan hubungan antara pemimpin dan pekerja. Kepemimpinan kedua pengusaha merupakan hasil proses sosialisasi masing-masing yang diterima di lingkungan keluarga (orang tua) dan lingkungan luar keluarga. Pada industri sepatu skala kecil gaya kepemimpinan yang diterapkan adalah gaya instruktif dan gaya konsultatif, sedangkan pada industri sepatu skala menegah, gaya yang diterapkan hanya gaya instruktif saja. Perbedaan lain antara industri kecil dan industri menengah pada aspek kepemimpinan adalah pada industri menengah penerapan sanksi yang diberlakukan pada pekerja lebih tegas dan juga dalam sistem penghargaan yang diberikan pada pekerja berbeda antara kedua industri. ... | id |
| dc.language.iso | id | id |
| dc.publisher | IPB University | id |
| dc.subject.ddc | Kewiraswastaan | id |
| dc.subject.ddc | Jawa Barat | id |
| dc.subject.ddc | Bogor | id |
| dc.subject.ddc | Ciomas | id |
| dc.title | Kepemimpinan dan tingkah laku kewiraswastaan dalam industri kecil dan menengah : kasus industri sepatu skala kecil ifn collection dan industri sepatu skala menengah Wyd di Desa Ciomas dan Desa Pagelaran, Kecamatan Ciomas, Kabupaten Bogor, Propinsi Jawa Barat | id |
| dc.type | Undergraduate Thesis | id |