Show simple item record

dc.contributor.advisorAnwar, Affendi
dc.contributor.authorSolehudin, Ade
dc.date.accessioned2024-02-02T00:50:53Z
dc.date.available2024-02-02T00:50:53Z
dc.date.issued1992
dc.identifier.urihttp://repository.ipb.ac.id/handle/123456789/137254
dc.description.abstractKehidupan yang sudah lebih mengarah kekomersial yang dahulu hanya mempengaruhi masyarakat perkotaan, sekarang sudah merasuki masyarakat di wilayah pedesaan. Di desa yang sudah demikian pola penggunaan tanah sudah lebih didasarkan pada rent penggunaan tanah tersebut. Rumah tangga tani memilih jenis komoditas yang diusahakan berda- sarkan rent komoditi tersebut. Hal ini terlihat dari semakin banyaknya petani yang beralih dari hanya mengusa- hakan padi menjadi mengusahakan beberapa komoditas (diver- sifikasi) dengan menyertakan komeditas yang memiliki ting- kat rent yang cukup tinggi. Dengan demikian maka arah kegiatan sektor pertanian lebih dipandu (guided) oleh tarikan kekuatan yang berorientasi kepada pasar (market demand-led) berdasarkan aktivitas produksi yang barangnya laku di pasar yang akan menghasilkan tingkat keuntungan. Pelaksanaan diversifikasi memerlukan cukup banyak modal, terutama bila diversifikasinya menyertakan komodi- tas yang memerlukan banyak modal seperti perikanan dan peternakan. Keadaan ini cukup menyulitkan petani di pedesaan yang pada umumnya lemah dalam permodalan, sehing- ga pelaksanakan diversifikasi usaha di wilayah pedesaan sangat banyak dibantu oleh bantuan kredit, baik dari sumber formal maupun dari sumber informal. Dari hasil studi di Desa Rancapaku, pelaksanaan diversifikasi usaha di desa tersebut sangat dibantu oleh bantuan perkreditan. Struktur pasar modal di desa itu terdiri dari beberapa anak pasar (sub market) seperti pasar modal formal dan beberapa bentuk sektor pasar keua- ngan yang bersifat informal. Para penyedia uang (lenders) di sektor pasar keuangan formal adalah terdiri dari pem- beri kredit yang dikelola oleh institusi dan diatur (regulated) oleh aturan dan perundang-undangan dan diawasi oleh pemerintah; sedangkan sumber kredit informal umumnya tidak diawasi oleh pemerintah dan meliputi keluarga dan sahabat dekat, pelepas uang profesional (rentenir), dan KOSIPA. Selain itu ada suatu perkreditan yang sangat mendominasi dalam pelaksanaan diversifikasi usaha di desa itu yaitu perkreditan yang disalurkan oleh pihak swasta (poultry shop) yang berperan sebagai inti dalam Pola Usaha PIR Perunggasan. Kredit ini berupa kredit natura yaitu sarana produksi peternakan (sapronak) yang digunakan untuk pengusahaan ternak ayam ras. Alokasi modal untuk pengusahaan padi yang dahulunya sangat mendominasi mulai awal tahun 1980-an mulai menurun sejalan dengan semakin meningkatnya alokasi modal untuk pengusahaan ternak ayam dan ikan. Hal ini dikarenakan..dstid
dc.language.isoidid
dc.publisherIPB Universityid
dc.subject.ddcPertanianid
dc.subject.ddcSosial ekonomi pertanianid
dc.titlePeran perkreditan dalam pelaksanaan diversifikasi usahatani di wilayah pedesaan : studi kasus Desa Rancapaku Kecamatan Leuwisari, Kabupaten Tasikmalaya Jawa Baratid
dc.typeUndergraduate Thesisid
dc.subject.keywordStudi kasusid
dc.subject.keywordDiversifikasi usahataniid
dc.subject.keywordArah pembangunan pertanianid


Files in this item

Thumbnail

This item appears in the following Collection(s)

Show simple item record