| dc.description.abstract | Tujuan percobaan ini ialah mengetahui pengaruh cara dan frekuensi pemberian air terhadap pertumbuhan dan produksi cabai manis.
Percobaan dilaksanakan di rumah plastik Jurusan Bu- didaya Pertanian, IPB di Baranangsiang, Bogor, mulai De- sember 1987 sampai April 1988, menggunakan benih cabai manis varietas Yolo Wonder, gembor, gayung serta alat infus. Rancangan percobaan yang digunakan ialah Anak Petak Terpisah dalam Acak Kelompok, dengan frekuensi pe- nyiraman sebagai petak utama, dan cara penyiraman seba- gai anak petak.
Perlakuan meliputi cara penyiraman, yaitu gemboran, tuangan, tetesan dan curahan, serta frekuensi penyiram- an, yaitu setiap hari dan dua hari sekali.
Cara tuangan memberikan hasil yang tertinggi pada fase vegetatif, yaitu terhadap tinggi tanaman, jumlah daun, bobot basah akar, bobot basah dan bobot kering ta- juk, serta panjang dan diameter buah. Sedangkan terha- dap bobot buah total cara tetesan memberikan hasil yang tertinggi. Antara frekuensi penyiraman setiap hari dan dua hari tidak ada pengaruh yang berbeda nyata secara statistik, kecuali untuk panjang buah; Frekuensi penyi- raman dua hari menghasilkan buah yang lebih panjang. Cara gemboran menghasilkan buah dengan penampakan jelek paling banyak, diikuti tuangan, curahan dan terakhir te- tesan. Frekuensi penyiraman setiap hari menghasilkan buah dengan penampakan jelek lebih banyak dibanding fre- kuensi penyiraman dua hari sekali…. | id |