Show simple item record

dc.contributor.advisorHarjadi, Sri Setyati
dc.contributor.authorAnggreayani, Herlin
dc.date.accessioned2024-01-31T08:00:20Z
dc.date.available2024-01-31T08:00:20Z
dc.date.issued2005
dc.identifier.urihttp://repository.ipb.ac.id/handle/123456789/136972
dc.description.abstractPenelitian ini dilakukan untuk mengetahui pengaruh pengendalian pematangan dengan menunda pematangan menggunakan penyerap etilen KMnO4 dan ethylen block; dan pemercepat pematangan dengan ragi dan pemicu etilen ethrel serta untuk melihat pengaruh sistem kemas vakum dan non vakum dalam kantong plastik polietilen terhadap kondisi pisang (Musa paradisiaca L.) varietas Mas pada dua suhu simpan, yang dilaksanakan pada periode Februari 2005 Maret 2005 di Laboratorium Pengemasan, Departemen Teknologi Industri Pertanian, Fakultas Teknologi Pertanian sebagai tempat pengemasan, Laboratorium Terpadu Faperta sebagai tempat penyimpanan dan Laboratorium Pusat Studi Pemuliaan Tanaman, Departemen Agronomi sebagai tempat analisis. Rancangan yang digunakan pada penelitian ini adalah Rancangan Acak Lengkap (RAL) 2 faktor. Faktor pertama yaitu Perlakuan pematangan yang meliputi penundaan pematangan dengan penyerap etilen (KMnO4 dan etilen blok) dan pemercepat pematangan (ethrel dan ragi) dan kontrol, faktor kedua yaitu sistem kemas yang meliputi sistem kemas vakum dan sistem kemas non vakum dalam kantong plastik. Kedua faktor dikombinasikan menjadi 10 jenis perlakuan, yaitu: 1). Kontrol (PE) + vakum 2). (PE + KMnO4) + vakum 3). (PE + ethylen block) + vakum 4). (PE+ ragi) + vakum 5). (PE+ etrel) + vakum 6). Kontrol (PE) + non vakum 7). (PE + KMnO4) + non vakum. 8). (PE+ ethylen block) + non vakum 9). (PE+ ragi) + non vakum 10). (PE + etrel) + non vakum. Setiap jenis perlakuan dilakukan dalam tiga ulangan sehingga diperoleh 10x3 = 30 satuan unit percobaan. Masing-masing satuan unit percobaan disimpan pada ruangan yang berbeda yaitu seperangkat disimpan dalam cold storage / suhu dingin (13-15 °C) dan seperangkat lagi disimpan pada suhu ruang (26-27° C). Keduanya diambil sampelnya secara destruktif pada waktu Untuk setiap unit percobaan digunakan setengah sisir pisang. waktu tertentu. Pengamatan pada suhu kamar dilakukan pada hari ke-3, 6, 9, 12, 15, dan pada suhu dingin dilakukan pada hari ke-6, 9, 12, 15, dan 18. Pengamatan dilakukan terhadap sifat fisik dan kimia buah pisang yang meliputi susut bobot. padatan terlarut total (PTT), derajat keasaman, kelunakan kulit buah, dan warna kulit buah. Pengamatan warna kulit buah dilakukan pada awal pengamatan (6 HSP) dan akhir pengamatan (15 HSP) pada masing-masing ruang simpan. Data yang diperoleh dianalisis dengan menggunakan uji F. Setelah uji F beda nyata akan diuji dengan Uji Tukey pada taraf 5%. Hasil penelitian nenunjukkan bahwa perlakuan pengendalian pematangan dengan penundaan pematangan menggunakan penyerap etilen KMnO4 lebih mampu mempertahankan peningkatan susut bobot dibanding dengan perlakuan pengendalian pematangan dengan penundaan pematangan menggunakan penyerap etilen ethylen block. Perlakuan penundaan pematangan dengan penyerap etilen..dstid
dc.language.isoidid
dc.publisherIPB Universityid
dc.subject.ddcPisangid
dc.subject.ddcSistem kemasid
dc.titlePengaruh pengendalian pematangan dan sistem kemas terhadap kondisi pisang, Musa paradisiaca L. varietas mas pada dua suhu simpanid
dc.typeUndergraduate Thesisid


Files in this item

Thumbnail

This item appears in the following Collection(s)

Show simple item record