Show simple item record

dc.contributor.advisorDjojosoebagio, Soewondo
dc.contributor.advisorKaryadi, Darwin
dc.contributor.advisorBarizi
dc.contributor.authorSuhardjo
dc.date.accessioned2010-03-25T04:25:02Z
dc.date.available2010-03-25T04:25:02Z
dc.date.issued1986
dc.identifier.urihttp://repository.ipb.ac.id/handle/123456789/1368
dc.description.abstractPenelitian ini bertujuan untuk mengungkapkan pengaruh intervensi besi dengan dosis 100 mg besi elemental per orang per hari selama delapan minggu terhadap status besi dan realisasi produktivitas kerja pemetik teh. Di samping itu penelitian ini juga dimaksudkan untuk mempelajari pengaruh intervensi tersebut terhadap konsumsi energi, status gizi dan absenteisme pemetik teh. Penelitian dilakukan di tiga perkebunan teh di daerah Kecamatan Pangalengan, Kabupaten Bandung, Jawa Barat, mencakup perkebunan Kertamanah, Pasirmalang dan Purbasari. Ketiga perkebunan ini bernaung di bawah PT Perkebunan XIII. Contoh yang diteliti meliputi 132 orang pemetik teh wanita bersuami dan tinggal di perumahan dinas perkebunan (emplasemen), masih aktif bekerja di salah satu perkebunan tersebut di atas. Terhadap pemetik teh yang memenuhi kriteria tersebut dilakukan pemeriksaan hematologik untuk menentukan status besinya, yang selanjutnya digolongkan ke dalam tiga kelompok status besi yaitu (1) Anemi kurang besi, (2) Kurang besi tidak anemi, dan (3) Tidak anemi cukup besi (Normal). Penggolongan menjadi tiga kelompok status besi tersebut didasarkan pada kadar hemoglobin, feritin, TS (transferrin saturation) dan FEP (free erythrocyte protoporphyrin). Pengumpulan data sosial ekonomi dilakukan dengan metode wawancara dan observasi dengan menggunakan kuesioner dan daftar isian. Data konsumsi pangan secara kuantitatif dikumpulkan dengan metode "recall" 24 -jam yang lalu selama dua hari dalam masa seminggu sebelum dan sesudah intervensi, sedang data kualitatif diperoleh dengan cara wawancara. Data untuk penilaian status gizi didapatkan dengan cara pengukuran antropometrik mencakup pengukuran berat dan tinggi badan. Sementara itu untuk data realisasi produktivitas kerja pemetik teh diukur dari hasil petikan pucuk daun teh rata-rata per hari selama satu periode rotasi pemetikan yang umumnya tujuh sampai sepuluh hari. ...
dc.languageid
dc.publisherIPB (Bogor Agricultural University)
dc.subject.ddcAgriculture
dc.titlePengaruh Intervensi Besi Terhadap Produktivitas Kerja Pemetik Tehid
dc.typeDissertations
dc.subject.keywordIntervensi besi
dc.subject.keywordStatus besi (anemia)
dc.subject.keywordProduktivitas kerja
dc.subject.keywordPemetik teh


Files in this item

Thumbnail
Thumbnail
Thumbnail
Thumbnail
Thumbnail
Thumbnail
Thumbnail
Thumbnail
Thumbnail
Thumbnail
Thumbnail

This item appears in the following Collection(s)

Show simple item record