| dc.description.abstract | Krisis ekonomi Indonesia menyebabkan menurunnya laju pembangunan nasional, sedangkan di lain sisi tekanan penduduk yang semakin meningkat membutuhkan dana pembangunan yang besar. Pada kondisi tersebut Indonesia dihadapkan pada tantangan meningkatkan devisa sebagai sumber pembangunan nasional. Cara yang dapat dilakukan untuk menambah devisa yaitu kebijakan meningkatkan ekspor produk nasional terutama yang berbahan baku lokal karena biaya produksi cenderung tidak meningkat tajam akibat krisis.
S Komoditi udang merupakan suatu produk pertanian yang memiliki nilai ekspor yang sangat besar sehingga menjadi salah satu sumber devisa non migas Indonesia. Semenjak adanya kebijakan untuk membatasi penangkapan udang di perairan laut, produksi udang hasil budidaya semakin meningkat, sumber produksi budidaya udang terbesar adalah melalui budidaya tambak, dengan dukungan sumberdaya alam seperti iklim dan garis pantai yang luas menyebabkan udang tambak merupakan aset penting dalam ekspor udang nasional. Permasalahan yang dihadapi dalam perdagangan udang yaitu ancaman pesaing yang memiliki pertumbuhan ekspor lebih tinggi daripada Indonesia. Oleh karena itu perlu dianalisis faktor-faktor yang mempengaruhi penawaran ekspor udang Indonesia khususnya udang tambak.
Analisis perdagangan udang tambak Indonesia menggunakan model gap teknologi dan Heckscher-Ohlin untuk menguji bagaimana hubungan perkembangan teknologi produksi tambak dan biaya produksi terhadap ekspor udang tambak. Dalam penelitian faktor teknologi diwakili oleh variabel pertumbuhan TFP dan jumlah penggunaan pupuk anorganik di lahan tambak, sedangkan biaya produski menggunakan besar upah tenaga kerja tambak.
Analisis jangka pendek dilakukan untuk melihat bagaimana pengaruh variabel bebas terhadap variabel tidak bebas. Uji signifikansi menggunakan tingkat kepercayaan yang fleksibel yaitu 5 persen 10 persen, dan 15 persen. Variabel yang berpengaruh nyata pada taraf 5 persen terhadap peningkatan ekspor yaitu lag 2 pupuk anorganik. Pada taraf 15 persen yang berpengaruh terhadap peningkatan ekspor adalah lag 1 upah tenaga kerja. Sedangkan variabel yang berpengaruh negatif terhadap ekspor udang tambak yaitu lag 1 dan lag 2 pertumbuhan TFP yang nyata pada taraf 5 persen, pupuk anorganik dan lag 1 pupuk anorganik nyata pada taraf 10 persen, serta upah tenaga kerja yang nyata pada taraf 15 persen.
Dalam persamaan ECM ditemukan bahwa variabel jangka panjang yang berpengaruh nyata terhadap volume ekspor udang tambak Indonesia pada taraf a = 15 persen yaitu Lag 1 Total Faktor Produksi (TFP), Lag 2 TFP, jumlah pupuk anorganik, lag 1 jumlah pupuk anorganik, lag 2 jumlah pupuk anorganik dengan tingkat elastisitas yang lebih besar dibandingkan pada jangka pendek. | id |