Show simple item record

dc.contributor.advisorTinaprilla, Netti
dc.contributor.authorAbdurrohman, Dudung
dc.date.accessioned2024-01-31T02:38:06Z
dc.date.available2024-01-31T02:38:06Z
dc.date.issued2005
dc.identifier.urihttp://repository.ipb.ac.id/handle/123456789/136838
dc.description.abstractUsaha perbanyakan tanaman dengan menggunakan metode kultur jaringan merupakan usaha perbanyakan vegetatif tanaman yang dapat dikatakan masih baru. Kegunaan utama dari kultur jaringan adalah untuk mendapatkan tanaman baru dalam jumlah yang banyak dalam waktu yang relatif singkat, yang memiliki sifat fisiologi dan morfologi sama persis dengan tanaman induknya. Dari teknik kultur jaringan ini diharapkan akan memperoleh tanaman baru yang bersifat unggul. Perbanyakan tanaman secara besar-besaran sudah dibuktikan keberhasilannya pada perkebunan kelapa sawit dan tebu. Dengan cara kultur jaringan dapat dihasilkan klon suatu komoditas tanaman dalam waktu yang relatif cepat. PT Dafa Teknoagro Mandiri (PT DTM) merupakan salah satu perusahaan penghasil bibit tanaman kultur jaringan yang dilakukan secara komersial. Sebagai perusahaan yang bergerak didalam sistem agribisnis, terutama subsektor hulu yaitu sarana produksi, PT DTM harus mampu untuk menyediakan bibit unggul dari tanaman yang berkualitas unggul. Analisis kelayakan finansial dilakukan untuk mengetahui seberapa besar tingkat kelayakan secara finansial usaha produksi bibit tanaman ini, dan perubahan-perubahan komponen apa saja yang dapat mempengaruhi tingkat kelayakan usaha produksi bibit tanaman dengan metode kultur jaringan ini. Produk unggulan yang dihasilkan oleh PT DTM adalah bibit jati kultur jaringan. Usaha produksi bibit jati dengan metode kultur jaringan membutuhkan biaya investasi serta biaya operasional yang cukup besar, sehingga PT DTM sebagai perusahaan yang berorientasi kepada komersialisasi teknik kultur jaringan membutuhkan analisis finansial dalam aktifitas usahanya. Hal ini menjadi mutlak untuk dilakukan untuk mengetahui seberapa besar tingkat perubahan pada komponen biaya produksinya yang dapat menyebabkan usaha produksi bibit jati kultur jaringan ini masih layak secara finansial untuk diusahakan. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui gambaran umum aktivitas proses produksi PT DTM sebagai dasar analisis finansial, melakukan analisis finansial produksi bibit jati dengan metode kultur jaringan dan melakukan analisis sensitivitas atas kelayakan usaha produksi bibit jati dengan metode kultur jaringan apabila terjadi perubahan-perubahan pada komponen cash flow. Ruang lingkup penelitian di PT DTM ini dibatasi pada analisis finansial produksi bibit jati kultur jaringan bila beberapa komponen cashflow mengalami perubahan. Bibit jati kultur jaringan ini merupakan produk utama perusahaan yang dianggap mampu memberikan keuntungan yang optimal. Bibit jati kultur jaringan ini dijual dalam bentuk bibit yang siap untuk ditanam. Metode analisis data menggunakan data historis dan data perkiraan di waktu yang akan datang. Dari data yang dikumpulkan akan dilakukan inventarisasi dan tabulasi untuk kemudian dilakukan analisis kelayakan finansial. Dengan menggunakan data tahun 2001, ternyata volume produksi bibit jati kultur jaringan adalah 18.500 planlet atau 3.700 botol. Proses produksi yang dilakukan dibagi menjadi empat tahap. Tahap pertama adalah tahap persiapan dengan aktivitas formulasi media,..dstid
dc.language.isoidid
dc.publisherIPB Universityid
dc.subject.ddcProduksi Bibit Jatiid
dc.subject.ddcKultur jaringanid
dc.subject.ddcJawa Baratid
dc.subject.ddcBogorid
dc.titleAnalisis kelayakan finansial produksi bibit jati(Tectona grandis L.) dengan metode kultur jaringan pada PT. Dafa Teknoagro Mandiri, Ciampea, Bogorid
dc.typeUndergraduate Thesisid


Files in this item

Thumbnail

This item appears in the following Collection(s)

Show simple item record