| dc.description.abstract | Minyak Goreng Sawit (MGS) merupakan salah satu dari sembilan bahan pokok yang penting bagi konsumen dan mampu menghasilkan devisa bagi negara dalam jumlah yang besar. Produksi MGS yang menggunakan bahan baku minyak sawit kasar atau Crude Palm Oil (CPO) selama lima tahun terakhir mengalami kenaikan dan masih akan terjadi pada tahun mendatang. MGS merupakan suatu komoditi pangan yang dapat dikonsumsi secara langsung (konsumsi akhir) sebagai minyak goreng untuk memasak dan MGS juga merupakan bahan baku bagi banyak industri (input antara).
Laju pertumbuhan luas areal kelapa sawit lebih lambat dibandingkan dengan laju pertumbuhan produksi CPO sedangkan produksi MGS masih lambat sehingga memerlukan tambahan input dari sektor lain. Perkembangan industri MGS dapat mendorong adanya kemajuan pada sektor lain, mengingat pembangunan di suatu sektor tidak dapat terlepas dari sektor lainnya karena masing-masing sektor tersebut saling membutuhkan satu sama lainnya atau mengutamakan prinsip keterkaitan.
Tujuan penelitian adalah: (1) menganalisis peranan industri MGS dalam pembentukan nilai tambah bruto, permintaan antara dan permintaan akhir di Indonesia, (2) menganalisis keterkaitan industri MGS terhadap sektor-sektor perekonomian lainnya, (3) menganalisis penyebaran industri MGS terhadap sektor perekonomian lainnya, (4) menganalisis pengaruh perubahan permintaan akhir terhadap output, pendapatan dan tenaga kerja sektor industri MGS, dan
(5) menganalisis dampak kenaikan konsumsi rumah tangga terhadap output sektor industri MGS.
Data yang digunakan dalam penelitian adalan data sekunder yang berupa data
Tabel Input-Output Indonesia tahun 2000 terutama Tabel Transaksi Domestik atas Dasar Harga Produsen. Data Input-Output diagregasi dari 175 sektor menjadi 28 sektor. Selain itu, dilakukan disagregasi pada sektor minyak hewani dar. minyak nabati untuk mendapatkan sektor industrı MGS. Data Input-Output diolah menggunakan software GRIMP 7.2 dan Microsoft Office Excel 2003. Metode analisis yang digunakan adalah: (1) analisis peranan sektor, (2) analisis keterkaitan,
(3) analisis penyebaran, (4) analisis multiplier, dan (5) analisis simulasi perubahan konsumsi rumah tangga terhadap output, pendapatan dan tenaga kerja sektor industri.
Industri MGS merupakan salah satu industri yang mempunyai hubungan yang erat dengan sektor-sektor hulu dalam penyediaan input, hal ini terlihat bahwa dominasi input antara sebesar 72.80 persen dalam komponen input industri MGS. Pada sisi output, industri MGS masih rendah kontribusinya hanya sebesar 0.44 persen dalam perekonomian nasional. Sementara itu, permintaan terbesar MGS bukan pada sektor industri namun pada konsumsi rumah tangga yaitu sebesar 32.83 persen...dst | id |