| dc.description.abstract | Ketidakmampuan sektor formal dalam menyerap kelebihan tenaga kerja, menyebabkan tenaga kerja mencari alternatif lain, yaitu bekerja disektor informal dimana salah satunya yaitu bekerja di industri kecil. Sektor informal menjadi salah satu alternatif lapangan kerja, karena karakteristik yang dimilikinya yaitu aktivitas ekonomi yang tidak hanya didasarkan pada kesempatan berinvestasi, tetapi lebih didasarkan pada dorongan untuk menciptakan kesempatan kerja bagi dirinya sendiri. Keberadaan industri kecil tidak dapat terlepas dari peranan rumahtangga pengusaha. Peranan rumahtangga terhadap kelangsungan hidup industri kecil adalah peranan mereka dalam mencurahkan waktu untuk bekerja, penggunaan tenaga kerja baik yang berasal dari dalam maupun dari luar keluarga dan pengalokasian pendapatan yang diperoleh untuk berbagai pengeluaran.
Keberlangsungan dari usaha kerajinan pandan dipengaruhi oleh faktor- faktor tertentu yang berpengaruh. Faktor- faktor tersebut akan menjadi dasar bagi pengusaha dalam mengambil keputusan untuk menjalankan usahanya. Keputusan tersebut dapat berupa keputusan mengenai curahan kerja dari pengusaha baik ekerja dalam kerajinan pandan maupun diluar usaha kerajinan pandan. Selain itu keputusannya dapat berupa keputusan mengenai pendapatan yang diperoleh baik
dalam maupun diluar usaha kerajinan pandan, jumlah yang akan diproduksi dan biaya yang akan dikeluarkan. Penelitian dilakukan di Kecamatan Rajapolah, Kabupaten Tasikmalaya,
Propinsi Jawa Barat. Penentuan lokasi penelitian dilakukan secara sengaja (purposive) dengan alasan bahwa wilayah tersebut sebagai lokasi sentral produksi kerajinan pandan di Kabupaten Tasikmalaya. Penelitian dilaksanakan pada bulan Mei 2005 sampai dengan bulan Juni 2005. Penentuan sampel dengan menggunakan metode acak sederhana terhadap 30 pengusaha kerajinan anyaman pandan sebagai responden dalam penelitian ini. Metode analisis data yang digunakan dalam penelitian ini adalah dengan analisis deskriptif tabulasi yang digunakan untuk menganalisis karakteristik dan aktivitas dari rumahtangga pengusaha dilihat dari alokasi waktu, curahan kerja dan pandapatan sedangkan analisis kuantitatif yang digunakan pada penelitian ini berupa model regresi persamaan simultan untuk menganalisis faktor-faktor yang mempengaruhi
produksi usaha kerajinan pandan dengan menggunakan program komputer Eviews 3.0. Dilihat dari karakteristik Pengusaha pandan di Kecamatan Rajapolah
sebagian besar berada pada kelompok umur usia produktif dengan rata-rata tingkat pendidikan sampai pada tingkat SD, pengalaman kerja yang dimiliki sekitar 5-10 tahun, skala usaha adalah satu unit, jumlah tanggungan keluarga, jumlah anak sekolah dan jumlah angkatan kerja keluarga yang dimiliki pengusaha pandan tidak banyak. Alokasi waktu suami untuk bekerja di dalam industri lebih besar di bandingkan dengan istri dan anggota keluarga lainnya, sedangkan rata- rata alokasi waktu istri lebih banyak untuk bekerja di luar industri dan mengurus ..dst | id |