Show simple item record

dc.contributor.advisorWinandi, Ratna
dc.contributor.authorZaenab
dc.date.accessioned2024-01-30T06:12:26Z
dc.date.available2024-01-30T06:12:26Z
dc.date.issued2005
dc.identifier.urihttp://repository.ipb.ac.id/handle/123456789/136701
dc.description.abstractTeh merupakan salah satu komoditas perkebunan unggulan Indonesia yang berorientasi ekspor. Pada lima tahun terakhir terjadi penurunan volume dan nilai ekspor serta tingkat produksi teh Indonesia, tetapi permintaan produk teh mengalami peningkatan. Hal ini menunjukkan bahwa produksi teh Indonesia kurang kompetitif. Salah satu perusahaan teh Indonesia adalah PT. Perkebunan Nusantara VIII (PTPN VIII). Salah satu wilayah kerja PTPN VIII adalah Perkebunan Gunung Mas (PGM). Sejak tahun 2000 terjadi penurunan tingkat produksi yang diikuti dengan terjadinya peningkatan biaya produksi pada unit kebun. Hal ini mengindikasikan bahwa terdapat ketidakefisienan kegiatan produksi pada unit kebun. Pengangkutan merupakan salah satu kegiatan di kebun yang tidak hanya berpengaruh terhadap biaya produksi kebun, namun juga berpengaruh langsung terhadap kualitas pucuk teh sebagai bahan baku untuk pengolahan di pabrik. Pengangkutan pucuk pada salah satu afdeling di PGM yaitu Cikopo Selatan sering terlambat tiba di pabrik yang mengakibatkan penurunan kualitas pucuk teh dan adanya penambahan jam kerja pabrik. Adanya keterbatasan-keterbatasan dalam pengangkutan pucuk sebagai bahan baku menyebabkan dibutuhkannya pengaturan jadwal perjalanan pengangkutan yang optimal. Pengaturan jadwal perjalanan mengangkut pucuk teh secara optimal dari kebun ke pabrik merupakan upaya dalam mencapai tingkat efisiensi biaya pengangkutan dan mengurangi kerusakan pucuk yang berdampak pada penurunan kualitas teh kering yang dihasilkan. Tujuan dari penelitian ini adalah mengkaji kegiatan produksi khususnya pada aktivitas pengangkutan pucuk teh sebagai bahan baku yang selama ini dilakukan oleh afdeling Cikopo Selatan, menganalisis pengaturan jadwal perjalanan dan biaya angkut pucuk antar los dan antara los ke pabrik yang optimal agar kualitas pucuk teh yang diangkut tidak rusak dan tepat waktu sampai di pabrik dan menganalisis pengaruh perubahan jarak antar los, kapasitas kendaraan pengangkut dan waktu pengangkutan terhadap jadwal dan biaya pengangkutan optimal tanpa mengubah kondisi optimal. Pengumpulan data dilaksanakan pada bulan Juni dan Juli 2005. Data yang digunakan dalam penelitian ini adalah data primer dan data sekunder yang didapat melalui wawancara dan pengamatan langsung. Proses pengolahan data dilakukan dengan program integer (PI) sederhana yang merupakan salah satu variasi masalah yang dapat diselesaikan oleh teknik LP (Linear Programming). Variabel keputusan dalam model ini adalah aktivitas pengangkutan pucuk teh antara satu los dengan los yang lain dan antara los dengan pabrik setiap harinya selama siklus pemetikan dengan fungsi tujuan yaitu meninimumkan biaya pengangkutan. Kendala dalam model linear programming pengangkutan bahan baku pucuk teh di Perkebunan Gunung Mas, afdeling Cikopo Selatan meliputi kendala kunjungan los yang hanya satu kali dilewati pada setiap kali ..dstid
dc.language.isoidid
dc.publisherIPB Universityid
dc.subject.ddcPucuk tehid
dc.subject.ddcJawa Baratid
dc.titleAnalisis optimalisasi pengangkutan bahan baku pucuk teh : kasus:afdeling Cikopo Selatan Perkebunan Gunung Mas PTPN VIII, Kabuapten Bogorid
dc.typeUndergraduate Thesisid


Files in this item

Thumbnail

This item appears in the following Collection(s)

Show simple item record