Show simple item record

dc.contributor.advisorRistianingrum, Anita
dc.contributor.authorFadloli. Farieq
dc.date.accessioned2024-01-30T05:57:08Z
dc.date.available2024-01-30T05:57:08Z
dc.date.issued2005
dc.identifier.urihttp://repository.ipb.ac.id/handle/123456789/136686
dc.description.abstractTingkat konsumsi sayuran selama periode tahun 1993-2002 menurut Susenas cenderung meningkat. Peningkatan konsumsi ini ditandai pula dengan peningkatan impor untuk memenuhi permintaan masyarakat akan sayuran yang tidak dapat dipenuhi oleh produksi dalam negeri. Kondisi ini menyebabkan terbukanya peluang bagi produsen untuk memproduksi sayuran substitusi impor di Indonesia. Salah satu sayuran yang potensial untuk dikembangkan di Indonesia adalah kedelai edamame varietas Ryuko. Perusahaan agribisnis PT. Saung Mirwan mencoba mengembangkan peluang tersebut dengan melakukan suatu pola budidaya agribisnis yang terpadu (integrated). Budidaya tanaman kedelai edamame dengan pola usaha kemitraan diharapkan dapat membantu petani dalam mengembangkan usahataninya. Program kemitraan tidak selalu berjalan sesuai dengan harapan karena banyak ditemui kendala-kendala di lapang. Petani merasa bahwa benih yang diberikan kurang berkualitas, aktifitas PPL kurang optimal, dan rendah dalam merespon keluhan yang dialami oleh mitra tani. Hal ini mengindikasikan kemitraan yang telah dijalankan belum memberikan manfaat sepenuhnya kepada kedua belah pihak serta kepuasan mitra tani edamame dalam melaksanakan kemitraan. Kepuasan merupakan hal yang penting bagi perusahaan. Jadi apabila suatu produk atau pelayanan suatu perusahaan telah memenuhi kebutuhan pelanggannya itu bisa dikatakan memuaskan. Tujuan dari penelitian ini adalah mengevaluasi pelaksanaan kemitraan mengkaji tingkat hubungan kemitraan,, mengukur tingkat kepuasan mitra tani edamame dan menganalisis strategi mempertahankan mitra tani edamame. Metode pengambilan sample dengan menggunakan purposive sampling sebanyak 50 orang mitra tani edamame. Metode analisis yang digunakan untuk menilai tingkat hubungan dan evaluasi pelaksanaan kemitraan yaitu menggunakan analisis deskriptif dari hasil pengisian kuisioner oleh responden. Analisis tingkat kepuasan mitra tani edamame dalam pelaksanaan kemitraan menggunakan analisis linportance Performance Analysis. Untuk menghasilkan urutan tingkat kepentingan dan atribut ideal dalam pelaksanaan kemitraan maka digunakan analisis Thurstone. Berdasarkan hasil wawancara dengan petani responden secara umum karakteristik mitra tani edamame berusia 31-45 tahun, berpendidikan SD sebesar 60 persen, mempunyai pengalaman bermitra selama 1-5 tahun. Meskipun tingkat pendidikan relatif rendah, bukan berarti tingkat pengetahuan budidaya edamame rendah. Petani di Kecamatan Megamendung telah melakukan usahatani edamame selama 1-5 tahun. Lahan yang dimiliki petani dan ditanami edamame sebagian besar menyewa (63.63 persen) dengan luas lahan kurang dari 0,25 hektar. Pendapatan usahatani edamame yang diterima sebagian besar Rp. 500.000- Rp. 1.000.000, serta alasan utama petani mitra menanam edamame adalah pemasaran..dstid
dc.language.isoidid
dc.publisherIPB Universityid
dc.subject.ddcSayuranid
dc.subject.ddcJawa Baratid
dc.subject.ddcBogorid
dc.titleKajian pelaksanaan kemitraan antara Pt. Saung Mirwan dengan Mitra Tani Edamame di Desa Sukamanah, Kecamatan Megamendung, Kabupaten Bogorid
dc.typeUndergraduate Thesisid


Files in this item

Thumbnail

This item appears in the following Collection(s)

Show simple item record