| dc.description.abstract | Penelitian ini bertujuan untuk mendapatkan cara penentuan masak
fisiologi benih yang cepat menggunakan total karotenoid benih sebagai indikator
dan hubungannya dengan tolok ukur fisiologi tingkat kemasakan benih yang lain.
Penelitian ini dilaksanakan di Kebun Produksi Benih Kampung Neglasari, Desa
Tugujaya Kecamatan Cigombong dan Laboratorium Pusat Studi Pemuliaan
Tanaman serta Laboratorium Ilmu dan Teknologi Benih Fakultas Pertanian IPB.
Percobaan dilaksanakan pada bulan Februari 2005 sampai Juli 2005.
Rancangan yang digunakan dalam penelitian ini adalah Rancangan Acak Kelompok (RAK) dengan faktor tunggal dan tiga ulangan. Setiap ulangan terdiri dari tujuh satuan percobaan dengan tujuh taraf umur panen yang ditempatkan secara acak. Setiap satu satuan percobaan terdapat 36 tanaman. Ketujuh taraf perlakuan umur panen adalah: K, umur panen 76 hari setelah tanam (HST), K₂= umur panen 80 HST, K₁ = umur panen 84 HST, K, umur panen 88 HST, Ks = umur panen 92 HST, K₁ = umur panen 96 HST, K₁ = umur panen 100 HST.
Pengamatan dilakukan terhadap indikasi fisiologi yang meliputi kadar air, bobot kering benih, daya berkecambah, kecepatan tumbuh, bobot 1000 butir dan terhadap indikasi biokimiawi yaitu total karotenoid benih jagung manis kering, masing-masing pada umur panen K1, K2, K3, K4, K5, K6 dan K₁. Keeratan hubungan antara tolok ukur total karotenoid benih dengan tolok ukur fisiologi tingkat kemasakan dilihat dengan menggunakan analisis regresi dan korelasi.
Hasil percobaan menunjukkan bahwa perlakuan umur panen berpengaruh sangat nyata terhadap kadar air dan vigor benih dengan tolok ukur bobot 1000 butir, kecepatan tumbuh, bobot kering benih dan total karotenoid benih. Perlakuan umur panen 78100 HST tidak mempengaruhi viabilitas potensial dengan tolok ukur daya berkecambah. ... | id |