Pemanfaatan serasah daun bambu sebagai media pertumbuhan stroberi(Fragaria x ananassa Duch.) yang ditanam secara hidroponik
View/ Open
Date
2005Author
Asrodiah, Rokhma
Susanto, Slamet
Khumaida, Nurul
Metadata
Show full item recordAbstract
Penelitian ini bertujuan untuk mempelajari pemanfaatan serasah daun bambu sebagai media substitusi arang sekam dalam budidaya stroberi yang ditanam secara hidroponik. Penelitian dilaksanakan di kebun petani stroberi di Desa Segunung, Kecamatan Pacet, Cianjur dan Laboratorium Pusat Kajian Buah Tropika (PKBT), IPB, dari bulan Oktober 2004 hingga Februari 2005. Penelitian menggunakan Rancangan Acak Lengkap satu faktor yaitu media tanam yang terdiri dari 5 kombinasi media tanam, yaitu: arang sekam 100%, serasah daun bambu 0% (M1); arang sekam 75%, serasah daun bambu 25% (M2); arang sekam 50%, serasah daun bambu 50% (M3); arang sekam 25%, serasah daun bambu 75% (M4); dan arang sekam 0%, serasah daun bambu 100% (M5). Masing-masing perlakuan terdiri dari 10 ulangan sehingga terdapat 50 satuan percobaan dan setiap satuan percobaan terdiri dari 2 tanaman sehingga tanaman yang digunakan berjumlah 100 tanaman.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa perlakuan kombinasi media tanam arang sekam: serasah daun bambu secara umum tidak berpengaruh nyata terhadap peubah vegetatif tanaman maupun produksi buah kecuali pada peubah tinggi tanaman. Perlakuan media tidak memberikan respon yang berbeda terhadap peubah tidak berbeda nyata. Perlakuan 100% serasah daun bambu memberikan rata-rata buah yang dihasilkan oleh masing-masing perlakuan paling banyak masuk kedalam
jumlah daun, yaitu berkisar 23.60- 26.25 daun. Peubah runner secara umum juga
tidak dipengaruhi secara nyata oleh perlakuan media, kecuali pada 6 dan 8 MST.
Perlakuan media dengan penambahan serasah daun bambu cenderung
menghasilkan buah masak lebih cepat daripada perlakuan media 100% arang
sekam. Walaupun demikian, bobot dan jumlah buah per tanaman yang dihasilkan
bobot per buah terbesar yaitu 11.24 g. Sebaliknya bobot buah stroberi yang ditanam pada 100% arang sekam rata-rata hanya mencapai 8.85 g. Secara umum
kelas buah C (32.4343.90), kecuali perlakuan media 100% serasah daun bambu
(17.69%). Perlakuan 100% serasah daun bambu paling banyak menghasilkan buah kelas A.
Analisis terhadap buah menunjukkan bahwa perlakuan media berpengaruh
nyata terhadap kekerasan dan kadar Total Asam Tertitrasi (TAT) buah, tetapi tidak terhadap Padatan Terlarut Total (PTT). Kadar TAT dan PTT tertinggi dimiliki oleh buah-buah dari tanaman stroberi yang ditanam pada media 100% arang sekam,
namun kekerasan buahnya paling rendah. Hasil penelitian ini juga menunjukkan bahwa perlakuan media dengan
penambahan serasah daun bambu dapat mempercepat pemasakan buah dan memperbesar ukuran buah. Dengan demikian, serasah daun bambu dapat dimanfaatkan sebagai media substitusi maupun media campuran arang sekam pada budidaya stroberi yang ditanam secara hidroponik.
