Show simple item record

dc.contributor.advisorHarjadi, Sri Setyati
dc.contributor.authorSusilaningsih, Tri
dc.date.accessioned2024-01-30T00:51:41Z
dc.date.available2024-01-30T00:51:41Z
dc.date.issued2005
dc.identifier.urihttp://repository.ipb.ac.id/handle/123456789/136567
dc.description.abstractPenelitian ini bertujuan untuk mengetahui dosis pupuk kalium yang memberikan pertumbuhan optimal bagi tanaman pisang ambon kuning hasil kultur jaringan dan mengetahui pola pertumbuhan tanaman pisang tersebut. Penelitian ini dilaksanakan pada periode Oktober 2004 April 2005 di lahan percobaan Tajur II IPB, dengan ketinggian 280 m dpl. Penelitian ini menggunakan Rancangan Acak Kelompok (RAK) dengan satu faktor perlakuan yaitu dosis pupuk kalium. Perlakuan dosis pupuk kalium terdiri dari lima taraf yaitu: 1) 0 g KCl/tanaman, 2) 150 g KCl/tanaman (90 g K20/tanaman), 3) 300 g KCl/tanaman (180 g K20/tanaman), 4) 450 g KCl/ tanaman (270 g K20/tanaman), dan 5) 600 g KCl/tanaman (360 g K20/tanaman). Setiap perlakuan diulang tiga kali dengan ulangan sebagai kelompok, sehingga terdapat 5x3 = 15 satuan unit percobaan. Setiap satuan unit percobaan terdiri atas 5 tanaman. Data hasil pengamatan dianalisis secara statistik dengan menggunakan uji F pada sistem SAS, sedangkan data scoring kelengkungan tulang daun dianalisis dengan menggunakan analisis Kruskal Wallis pada sistem Minitab. Tanaman yang digunakan adalah bibit pisang ambon kuning hasil kultur jaringan yang ditanam dalam polybag dengan media tanah + pupuk kandang (1:1) selama 5 bulan dengan tinggi 31-85 cm. Pengamatan dilakukan setiap 2 minggu sekali terhadap tinggi tanaman, lingkar batang tanaman, pertambahan jumlah daun, daya retensi daun, vigor tanaman, kelengkungan tulang daun, dan pada saat tanaman berumur 9 BST dilakukan pengamatan tingkat serangan penyakit. Hasil penelitian menunjukkan bahwa perlakuan dosis pupuk kalium tidak terlihat memberikan pengaruh yang nyata pada semua parameter yang diamati. Hal ini diduga disebabkan kandungan K₂O dalam pupuk KCI yang digunakan rendah. Hasil analisis pupuk KCI yang diketahui setelah aplikasi pupuk menunjukkan bahwa kandungan K₂O hanya sebesar 0.4 %. Nilai ini jauh lebih rendah dari kandungan K₂O dalam pupuk KCl yang diperkirakan sebelumnya (60 %). Meskipun demikian perlakuan dosis pupuk 150 g KCl/tanaman memberikan persentase pertambahan tinggi tanaman terhadap kontrol sebesar 31.84%, persentase pertambahan lingkar batang terhadap kontrol sebesar 13.24 %, daya retensi daun terhadap kontrol sebesar 3.70% dan vigor tanaman terbesar, sedangkan perlakuan dosis pemupukan 300 g KCl/tanaman memberikan pertambahan jumlah daun terbesar terhadap kontrol yaitu 5%. Pola pertumbuhan tanaman pisang ambon kuning yang diamati dapat diketahui dari data tinggi, lingkar batang dan jumlah daun tanaman. Pertumbuhan pisang ambon kuning berdasarkan data tersebut berbentuk sigmoid tunggal. Pengamatan pola pertumbuhan tanaman ini diharapkan dapat digunakan untuk memprediksi waktu munculnya bunga dan waktu panen untuk pola pertumbuhan tinggi dan jumlah daun tanaman, menentukan teknik pemanenan yang akan digunakan untuk pola pertumbuhan tinggi tanaman, serta untuk pemeliharaan tanaman untuk pola pertumbuhan lingkar batang tanaman pisang ambon kuning...dstid
dc.language.isoidid
dc.publisherIPB Universityid
dc.subject.ddcTanaman pisang ambonid
dc.subject.ddcKaliumid
dc.titleRespon pertumbuhan tanaman pisang ambon kuning terhadap pemupukan kaliumid
dc.typeUndergraduate Thesisid


Files in this item

Thumbnail

This item appears in the following Collection(s)

Show simple item record