| dc.description.abstract | Jamur yang dikenal dengan istilah lain cendawan, supa, suung, mushroom, atau campignon adalah komoditas agribisnis yang memiliki prospek pasar yang cerah. Hal ini diketahui dari besanya jumlah volume ekspor jamur keluar negeri yang mencapai total 19.920.164 kg untuk tahun 1997 dan 25.699.688 kg untuk tahun 2001. Desa Tugu Utara merupakan salah satu daerah yang membudidayakan jamur tersebut. Selama perkembangannya, usahatani jamur tiram putih di Desa Tugu Utara ternyata tidak mengalami perkembangan yang berarti. Hal ini diketahui dari sedikitnya jumlah petani yang mengembangkan usahatani jamur ini. Penyebabnya adalah karena Kelompok Tani yang ada di Desa Tugu Utara kurang dapat membantu petani yang ada dalam hal pemasaran. Selain itu, ketika terjadi permintaan tinggi di pasaran, petani juga tidak dapat memenuhi semua permintaan pasar tersebut. Oleh karena itu perlu dilakukan penelitian mengenai sistem pemasaran jamur tiram putih di setiap tingkat lembaga pemasarannya dan kelayakan usahataninya. Adapun tujuan dari penelitian ini adalah (1) menganalisis dan menghitung kelayakan finansial usahatani jamur tiram putih di daerah penelitian (2) menganalisis sistem pemasaran jamur tiram putih di daerah penelitian.
Penelitian ini dilaksanakan di Desa Tugu Utara, Kecamatan Cisarua, Kabupaten Bogor, Jawa Barat. Adapun jumlah sampel yang digunakan adalah sebanyak empat petani jamur dan dua petani bad log jamur. Untuk menganalisis pemasarannya, data diambil berdasarkan pola pemasaran di daerah penelitian.
Pada penelitian ini, analisis saluran pemasaran jamur tiram putih dilakukan secara deskriptif, sedangkan untuk marjin pemasarannya analisis dilakukan dengan menghitung biaya pemasaran dan keuntungan pada setiap
lembaga pemasaran. Sementara itu untuk mengetahui kelayakan usahatani jamur tiram putih, maka dilakukan analisis dengan menggunakan NPV, IRR, B/C
rasio, PBP dan Sensitivitas.
Berdasarkan hasil wawancara yang dilakukan dengan petani dan pedagang jamur (konsumsi dan bad log) diketahui untuk pola pemasaran bad log jamur hanya terdapat satu pola pemasaran, sedangkan untuk pola pemasaran jamur konsumsi terdapat tiga pola pemasaran. Adapun lembaga yang terlibat untuk pemasaran bad log jamur dan jamur konsumsi adalah petani, produsen jamur konsumsi, pedagang pengumpul, pedagang pengecer dan konsumen. ... | id |