Show simple item record

dc.contributor.advisorG. A. Wattimena
dc.contributor.advisorPurwito, Agus
dc.contributor.authorHoden, Suhendro
dc.date.accessioned2024-01-26T00:25:23Z
dc.date.available2024-01-26T00:25:23Z
dc.date.issued1989
dc.identifier.urihttp://repository.ipb.ac.id/handle/123456789/136264
dc.description.abstractPercobaan ini bertujuan untuk mempelajari pengaruh taraf konsentrasi Paclobutrazol, jenis dan letak eksplan terhadap pertumbuhan minimal kentang secara in vitro. Percobaan ini dilaksanakan di Laboratorium Kultur Jaringan, Jurusan Budi Daya Pertanian. Waktu percobaan sejak awal bulan Januari 1988 sampai akhir bulan Desember 1988. Percobaan terdiri dari tiga faktor yaitu : taraf konsen- trasi Paclobutrazol, jenis dan letak eksplan. Konsentra- si Paclobutrazol terdiri dari lima taraf yaitu: 0, 2, 4, 8, 16 ppm. Jenis eksplan yang digunakan adalah tunas pucuk dan tunas aksilar dari tanaman kentang kultivar Red Pontiac hasil perbanyakan secara in vitro. Eksplan ditanam tegak dan mendatar. Percobaan disusun dengan menggunakan Rancangan Acak Lengkap Faktorial. Pengamatan dilakukan setiap bulan sampai dengan bulan ke enam setelah tanam. Peubah yang diamati adalah: tinggi tanaman, jumlah daun, jumlah akar, jumlah tunas dan perubahan warna daun. Pada akhir pengamatan dilakukan sub kultur ke media perbanyakan. Perlakuan Paclobutrazol dengan konsentrasi 2 ppm akan menghambat pertumbuhan tinggi tanaman serta menghambat pembentukan tunas dan akar, sedangkan jumlah daun tidak terhambat. Perlakuan Paclobutrazol dengan konsentrasi 4 ppm sangat menghambat pertumbuhan tanaman. Tanaman tumbuh seperti kumpulan daun dan tidak terbentuk akar. Perlakuan Paclobutrazol dengan konsentrasi 8 dan 16 ppm sudah bersifat meracuni tanaman (toksik). Jenis dan Letak eksplan tidak begitu berpengaruh dalam pengham- batan pertumbuhan tanaman. Pengaruhnya hanya pada awal pertumbuhan. Pertumbuhan tanaman akan kembali normal setelah disub kultur baik untuk perlakuan Paclobutrazol 2 ppm maupun 4 ppm. Sub kultur untuk perlakuan Paclobutrazol 4 ppm dilakukan 2 sampai 3 kali supaya tanaman kembali tum- buh normal. Pada perlakuan Paclobutrazol 2 ppm, sub kul- tur cukup sekali saja dan tanaman sudah kembali tumbuh normal…id
dc.language.isoidid
dc.publisherIPB Universityid
dc.subject.ddcPengaruh paclubutrazol, jenis dan letak eksplan terhadap pertumbuhan minimal tanaman kentang (Solamun tuberosum L) secara in vitroid
dc.titlePengaruh paclubutrazol, jenis dan letak eksplan terhadap pertumbuhan minimal tanaman kentang (Solamun tuberosum L) secara in vitroid
dc.typeUndergraduate Thesisid


Files in this item

Thumbnail

This item appears in the following Collection(s)

Show simple item record