| dc.description.abstract | Penelitian telah dilakukan untuk mengetahui pengaruh berbagai metode dan dosis vaksinasi terhadap efikasi vaksin AI inaktif. Penelitian dibagi menjadi tiga tahap dengan masing-masing tahap terdiri dari 4 kelompok ayam, yaitu kelompok kontrol (C), kelompok perlakuan yang divaksinasi AI dengan metode tetes hidung (T), metode suntik intra muskular (S) dan metode kombinasi tetes dan suntik (Κ). Tiap-tiap tahap diberi perlakuan dosis vaksin yang berbeda (8HAU, 16 HAU dan 32HAU). Pada masing-masing kelompok dilakukan tiga kali pengulangan. Hasil penelitian I dengan dosis vaksin AI inaktif 8HAU/ekor mampu menginduksi kekebalan tubuh 1 minggu setelah vaksinasi pada semua kelompok yang divaksin. Penelitian II dengan dosis vaksinasi 16HAU/ekor mampu menginduksi kekebalan tubuh terhadap AI 2 minggu setelah vaksinasi pada semua kelompok perlakuan. Kekebalan yang diinduksi oleh vaksin AI inaktif pada masing-masing kelompok perlakuan pada penelitian I dan II masih dibawah titer protektif (24). Antibodi yang dihasilkan dari vaksinasi pada kedua penelitian tersebut hanya bertahan 4 minggu setelah vaksinasi. Pada dosis vaksinasi 32HAU/ekor (penelitian III) vaksin mampu menginduksi antibodi 2 minggu setelah vaksinasi dengan titer antibodi diatas titer protektif yaitu T3 (266), S3 (270) dan K3 (268). Antibodi yang dihasilkan mampu bertahan sampai 4 minggu setelah vaksinasi. Vaksinasi pada kelompok perlakuan tidak berpengaruh terhadap penambahan bobot badan ayam. | id |