Show simple item record

dc.contributor.advisorAstyawati, Tutuk
dc.contributor.advisorWulansari, Retno
dc.contributor.authorArdiawan, Ferry
dc.date.accessioned2024-01-25T03:57:44Z
dc.date.available2024-01-25T03:57:44Z
dc.date.issued2005
dc.identifier.urihttp://repository.ipb.ac.id/handle/123456789/136120
dc.description.abstractPenggunaan sistem kultur in vitro sangat berpotensi dimasa mendatang. Akan tetapi potensi ini dipengaruhi oleh faktor individu, institusi, aspek komersial, dan inovasi untuk meneliti dan mengeksploitasi protokol yang ada. Keterbatasan tersebut dapat diminimalkan dengan mempelajari teknik pemupukan Babesia canis (B. canis) secara in vitro untuk kondisi Indonesia. Penggunaan desinfektan (alkohol 70%) pada peralatan kultur sebelum, pada saat dan sesudah bekerja (setelah prosedur standar lainnya diterapkan) merupakan prosedur sterilisasi yang cukup vital dan harus dilaksanakan untuk kondisi Indonesia. Eritrosit terinfeksi B. canis dikoleksi dari darah anjing yang displenektomi. Parasit yang diisolasi dibiakkan secara in vitro dengan media RPMI-1640 dan 40% serum anjing normal, dan diinkubasikan dengan kadar CO2 5% pada suhu 37°C. Pemupukan dapat dipertahankan selama 16 hari dengan prosentase eritrosit berparasit (PPE) tertinggi 8.5145% pada hari pertama pemupukan. Pada kultur awal, parasit tumbuh dengan baik dan PPE meningkat dari 3.888% menjadi 8.5145% setelah 24 jam. Setelah 48 jam, PPE turun menjadi 5.42967%. Konsentrasi serum 40% dapat dipakai sebagai pilihan untuk pembiakan jangka panjang B. canis dengan pertumbuhan yang stabil bila diimbangi dengan penerapan teknik aseptik yang baik dan benar.id
dc.language.isoidid
dc.publisherIPB Universityid
dc.subject.ddcBabesia caniaid
dc.subject.ddcserumid
dc.titleTeknik biakan Babesia canis secara in vitro dengan konsentrasi serum 40 persenid
dc.typeUndergraduate Thesisid


Files in this item

Thumbnail

This item appears in the following Collection(s)

Show simple item record