Show simple item record

dc.contributor.advisorKusumaatmaja, Hendra
dc.contributor.authorAmirulloh
dc.date.accessioned2024-01-25T00:40:02Z
dc.date.available2024-01-25T00:40:02Z
dc.date.issued2005
dc.identifier.urihttp://repository.ipb.ac.id/handle/123456789/135976
dc.description.abstractPerkembangan jumlah dan kesibukan penduduk yang disertai dengan meningkatkan pendapatan, juga turut mendorong peningkatan industri mi instan di dalam negeri. Pringkat kinerja merek katagori produk pada persaingan mie instan ada lima produk mie instan, yaitu Indomie, Sarimi dan Supermi dengan nama perusahan PT. Indofood Sukses Makmur, Gaga Mie dengan nama perusahaan PT. Jakaratama Food Industri dan Alhami dengan nama perusahaan PT. Olaga Food Industri. Hal tersebut membuktikan tingginya tingkat persaingan antar perusahaan penghasil mi instan menyebabkan masing-masing perusahaan harus memiliki strategi pemasaran agar produknya diterima konsumen. Disamping itu mi instan Salam Mie yang diproduksi oleh PT. Sentrafood Indonusa tidak memiliki pringkat kinerja merek katagori produk pada persaingan mi instan dan kurangnya jumlah konsumsi mi instan Salam Mie di masyarakat masih rendah. Agar dapat menyusun strategi-strategi tersebut perlu melakukan survei di masyarakat untuk mengetahui apakah dari segi rasa, produk, harga, ketersediaan dan promosi telah sesuai dengan apa yang diharapkan masyarakat sebagai konsumennya. Dengan dilakukannya hal tersebut perusahaan dapat juga mengetahui karakteristik konsumen, tahapan-tahapan dalam proses keputusan pembelian serta faktor-faktor yang dipertimbangkan konsumen dalam membuat keputusan pembelian mi instan Salam Mie. Penentuan lokasi dilakukan secara sengaja (purposive) yaitu di wilayah Kelurahan Tegalega Kecamatan Bogor Tengah, Kota Bogor. Hal ini disebabkan penduduk yang ada di wilayah Kelurahan Tegallega memiliki ragam latar belakang sosial yang berbeda, sehingga kondisi ini memudahkan dalam pengambilan sampel penelitian untuk konsumen yang beragam. Alat analisis yang digunakan pada penelitian ini adalah Analisis Faktor. Dalam penelitian ini juga menggunakan analisis faktor dengan metode ekstraksi Principal Component Analysis (PCA) dan program SPSS (Statistical Pakage for Social Science) Versi 12.00. Sedangkan waktu penelitian ini dimulai pada bulan sampai... 2005. Variable awal yang akan dianalisis berjumlah 13 variabel, yaitu merek (X1), jenis/bentuk (X2), harga (X3), berat (X4), rasa (X5), kemasan (X6), peraktis/kecepatan penyajian (X7), kemudahan memperoleh (X8), iklan (X9), promosi penjualan (X10), pengaruh keluarga (X11), pengaruh teman (X12), dan wiraniaga (X13). Setelah dilakukan pengolahan data, maka didapatkan hasil pengolahan data awal. Secara keseluruhan dari 11 (sebelas) variabel komponen utama yang diperoleh variabel alasan seseorang membeli Salam Mie menjadi variabel utama. Selanjutnya Hasil Analisis Faktor (Pembelian Salam Mie di Kelurahan Tegallega Tahun 2005), menjadi tiga faktor. ...id
dc.language.isoidid
dc.publisherIPB Universityid
dc.subject.ddcPembelian mie instanid
dc.titleAnalisis faktor-faktor yang mempengaruhi konsumen dalam keputusan pembelian mi instan "Salam Mie" : kasus pada masyarakat Kelurahan Tegallega, Kecamatan Bogor Tengah, Kota Bogorid
dc.typeUndergraduate Thesisid


Files in this item

Thumbnail

This item appears in the following Collection(s)

Show simple item record