Show simple item record

dc.contributor.advisorFariyanti, Anna
dc.contributor.authorNifita
dc.date.accessioned2024-01-25T00:33:55Z
dc.date.available2024-01-25T00:33:55Z
dc.date.issued2005
dc.identifier.urihttp://repository.ipb.ac.id/handle/123456789/135973
dc.description.abstractSalah satu tanaman pangan yang penting adalah ubi kayu. Ubi kayu dapat digunakan sebagai bahan makanan, bahan pakan, bahan baku industri, dan komoditas ekspor. Sebagai tanaman pangan ubi kayu mempunyai kandungan karbohidrat dan kalori yang lebih tinggi jika dibandingkan dengan tanaman umbi- umbian lainnya seperti talas, kentang, ganyong, dan ubi jalar. Sebagai bahan pangan langsung ubi kayu tidak memberi peranan yang besar terhadap perekonomian Indonesia. Walaupun demikian, pengembangan ubi kayu perlu mendapat perhatian sepenuhnya mengingat komoditas ini mempunyai peranan yang lebih besar sebagai bahan baku industri dan ekspor non migas. Produk olahan ubi kayu ini memiliki potensi permintaan yang cukup tinggi dan cenderung meningkat karena selain dapat dikonsumsi secara langsung oleh rumah tangga, produk olahan tersebut dapat dijadikan sebagai bahan baku industri dan sebagai bahan dasar industri lanjutan. Berdasarkan potensi fisik seperti kesesuaian lahan, iklim, sumberdaya manusia, dan tingkat adaptasi teknologi maka tanaman ubi kayu banyak didapatkan dan bisa dibudidayakan di banyak tempat di Indonesia sehingga memungkinkan untuk diusahakan oleh para petani secara luas. Pada tahun 2002 tingkat produktivitas di daerah Bogor adalah 147 ku/ha (BPS Jabar, 2003) sedangkan di daerah penelitian tingkat produktivitasnya hanya sebesar 120 ku/ha. Hal tersebut menunjukkan tingkat produktivitas di daerah penelitian lebih rendah daripada tingkat produktivitas rata-rata di daerah Bogor. Rendahnya tingkat produktivitas ubi kayu berdampak pada rendahnya produksi ubi kayu, yang pada akhirnya akan mengurangi pendapatan yang diterima oleh petani. Produktivitas ubi kayu dipengaruhi oleh faktor-faktor produksi yang digunakan dalam proses produksi. Untuk meningkatkan produktivitas maka perlu diketahui faktor-faktor apa saja yang mempengaruhi produksi ubi kayu. Masalah yang dirumuskan adalah (1) Bagaimanakah pendapatan yang diperoleh petani dari usahatani ubi kayu (2) Faktor-faktor apakah yang mempengaruhi produksi ubi kayu. Sedangkan tujuan penelitian adalah (1) Menganalisis tingkat pendapatan yang diperoleh dari usahatani ubi kayu (2) Menganalisis faktor-faktor yang mempengaruhi produksi ubi kayu. Penelitian ini dilakukan di Desa Mekarwangi, Kecamatan Tanah Sareal, Kotamadya Bogor, Jawa Barat. Jenis data yang digunakan dalam penelitian ini meliputi data primer dan data sekunder. Data primer diperoleh dari petani ubi kayu secara langsung melalui wawancara. Data sekunder sebagai data penunjang diperoleh dari Pusat Penelitian dan Pengembangan Tanaman Pangan, Depatemen Pertanian, Dinas Pertanian Tanaman Pangan Bogor, Badan Pusat Statistik, serta lainnya. Pengambilan sampel dilakukan secara acak sederhana (simple random sampling) agar setiap anggota populasi mempunyai kesempatan yang sama untuk terpilih sebagai sampel. Jumlah petani responden yang dipilih sebanyak 30 orang. ...id
dc.language.isoidid
dc.publisherIPB Universityid
dc.subject.ddcUsahatani ubi kayuid
dc.subject.ddcJawa Baratid
dc.subject.ddcBogorid
dc.titleAnalisis pendapatan usahatani ubi kayu dan faktor-faktor yang mempengaruhi produksi di Desa Mekarwangi, Kecamatan tanah Sareal, Kotamadya Bogor, Jawa Baratid
dc.typeUndergraduate Thesisid


Files in this item

Thumbnail

This item appears in the following Collection(s)

Show simple item record