Show simple item record

dc.contributor.advisorBey, Ahmad
dc.contributor.authorIrawati, Relita
dc.date.accessioned2024-01-24T07:34:25Z
dc.date.available2024-01-24T07:34:25Z
dc.date.issued1987
dc.identifier.urihttp://repository.ipb.ac.id/handle/123456789/135934
dc.description.abstractBeras telah lama menduduki posisi penting dalam kompo- sisi pangan masyarakat Indonesia. Di Pulau Jawa, 97.3% ru- mah tangga di kota mengkonsumsi beras, sedangkan konsumsi di desa sebesar 94.8% (Surgasar, 1980). Dalam bidang pro- duksi, pemerintah mengarahkan agar produksi beras dapat meningkat dengan laju 4-5% per tahun. Di Tahun 1985 Indo- nesia telah berhasil mencapai tingkat swasembada beras. Tabel 1 menyajikan lonjakan produksi beberapa komoditi pa- ngan semenjak Tahun 1969. Hasil yang gemilang ini akan lebih bermanfaat. jika bisa menunjang rantai perekonomian masyarakat, seperti menjaga kestabilan harga beras yang dilakukan oleh BULOG. Untuk menjaga kestabilan. harga beras, BULOG melakukan 'buffer stock'. Buffer stock adalah kegiatan mengumpulkan kelebih- an produksi di musim panen untuk persediaan di musim pace- klik. Buffer stock sebagai timbunan kelebihan produksi tentu akan mengalami banyak penyusutan selama masa penyim- panan. Menurut Ransom (1960), masalah-masalah dalam pe- nyimpanan, baik yang bersifat biologis maupun konstruktif, akan baik dipecahkan jika memperhatikan faktor-faktor: a. Keadaan alami dari tanaman b. Lamanya penyimpanan c. Iklimnyaid
dc.language.isoidid
dc.publisherIPB Universityid
dc.subject.ddcTinjauan agrometeorologi terhadap penggunaan gudang bulog baru di BPLTP Tambunid
dc.titleTinjauan agrometeorologi terhadap penggunaan gudang bulog baru di BPLTP Tambunid
dc.typeUndergraduate Thesisid


Files in this item

Thumbnail

This item appears in the following Collection(s)

Show simple item record