Show simple item record

dc.contributor.advisorNurhayati, Tati
dc.contributor.advisorDesniar
dc.contributor.authorIsa, eko Muhammad
dc.date.accessioned2024-01-24T04:14:21Z
dc.date.available2024-01-24T04:14:21Z
dc.date.issued2005
dc.identifier.urihttp://repository.ipb.ac.id/handle/123456789/135873
dc.description.abstractEnzim protease memiliki peranan penting dalam proses metabolisme. Enzim ini digunakan dalam mekanisme molekuler oleh bakteri-bakteri dan virus penyebab penyakit, seperti: malaria, kanker, tumor, SARS, bahkan penyakit degeneratif yaitu Alzheimer. Protease dari bakteri tersebut dapat dihambat aktivitasnya oleh suatu senyawa penghambat enzim protease yang biasa disebut inhibitor protease. Inhibitor protease dapat diproduksi dengan menggunakan mikroorganisme (bakteri Acinetobacter baumanni) yang hidup bersimbiosis dengan sponge laut (Plakortis nigra). Bakteri dari jenis Acinetobacter baumanni tersebar luas di alam, dan dapat ditemukan dari air, lahan dan organisma hidup. Bakteri ini tidak bergerak, kokobasil, anaerobik dan gram-negatif. Penelitian ini bertujuan untuk mendapatkan komposisi marine broth terbaik dalam memproduksi inhibitor protease oleh bakteri Acinetobacter baumanni. yang hidup bersimbiosis dengan sponge laut. Ada dua faktor perlakuan yang diberikan dalam penelitian ini, yaitu modifikasi konsentrasi peptone (0,5% dan 1%) dan modifikasi konsentrasi yeast extract (0,1%; 0,5% dan 1%). Penelitian ini dibagi menjadi tiga tahap. Tahap pertama adalah tahap penyegaran (refresh). Tahap kedua adalah penentuan waktu propagasi bakteri Acinetobacter baumanni. Kemudian tahap ketiga adalah tahap produksi inhibitor protease. Pengujian yang dilakukan setelah tahap ketiga adalah OD, pH, konsentrasi protein, aktivitas protease dan aktivitas inhibitor protease. Waktu propagasi bakteri Acinetobacter baumanni pada perlakuan A1B1 (yeast extract 0,1% dan peptone 0,5%), A1B2 (yeast extract 0,1% dan peptone 1%), A2B1 (yeast extract 0,5% dan peptone 0,5%), A2B2 (yeast extract 0,5% dan peptone 1%) terjadi pada jam ke-12. Sedangkan waktu propagasi untuk perlakuan A3B1 (yeast extract 1% dan peptone 0,5%) dan A3B2 (yeast extract 1% dan peptone 1%) terletak pada jam ke-18. Peningkatan konsentrasi peptone dari 0,5% menjadi 1% cenderung menghasilkan pertumbuhan yang lebih baik. Peningkatan konsentrasi yeast extract dari 0,1% menjadi 1% akan memperlambat bakteri Acinetobacter baumanni untuk mulai memproduksi inhibitor protease. Lamanya masa produksi inhibitor protease oleh bakteri Acinetobacter baumanni juga perlu diperhatikan. Produksi inhibitor protease pada konsentrasi yeast extract dan peptone terkecil memiliki masa produksi yang paling lama. Puncak penghambatan yang terbaik terjadi pada konsentrasi peptone dan yeast extract masing-masing 0,5% (perlakuan tiga) dengan penghambatan sebesar 2,5 unit/ml. Dengan demikian, konsentrasi peptone dan yeast extract terbaik untuk produksi inhibitor protease bakteri Acinetobacter baumanni adalah sebesar 0,5%.id
dc.language.isoidid
dc.publisherIPB Universityid
dc.subject.ddcProteaseid
dc.subject.ddcAcinetobacter baumanniid
dc.subject.ddcPlakortis nigraid
dc.titleModifikasi media marine broth pada produksi inhibitor protease dari bakteri Acinetobacter baumanni yang hidup bersimbiosis dengan sponge Plakortis nigraid
dc.typeUndergraduate Thesisid


Files in this item

Thumbnail

This item appears in the following Collection(s)

Show simple item record